Berdasarkan survei yang dilakukan MarkPlus terhadap beban trafik data operator penyedia layanan BlackBerry, 45% di antaranya dipergunakan untuk email, 45% untuk chatting dan social networking khususnya Facebook dan 10% sisanya untuk browsing.
Chief Brand Consultant MarkPlus, Alexander Mulya, menjelaskan, walaupun persentase antara chatting dengan email sama, tapi pada dasarnya chatting hanya membutuhkan kapasitas yang kecil. Sedangkan email biasanya jauh lebih besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini tentu kontradiktif dengan fitur yang dimiliki oleh BlackBerry. Mengingat BlackBerry memiliki fitur push email yang mampu mengunduh atau mengunggah data dalam jumlah besar.
"Mereka kan memiliki teknologi kompresi email dan data. Tak hanya itu, mereka juga memiliki jalur data khusus untuk itu. Seharusnya ini yang menjadi pertimbangan," katanya.
Perilaku pemakai Blackberry di Indonesia yang di luar dugaan ini wajar saja terjadi. Pasalnya karakter masyarakat Indonesia cepat bosan dan lebih percaya pada pendapat orang lain.
"Berbeda dengan di negara-negara maju. Di sana, BlackBerry kebanyakan dipakai untuk push mail. Jadi jangan percaya kalau di sini ada orang beli BlackBerry cuma untuk push mail. Yakin deh, mereka beli cuma buat chatting dan Facebook," tandas Alex.
(afz/rou)