Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Jaringan Lebaran Membaik dengan Catatan

Jaringan Lebaran Membaik dengan Catatan


- detikInet

Jakarta - Kualitas layanan telekomunikasi saat musim mudik dan Lebaran kali ini dinilai lebih baik dari tahun sebelumnya. Meski bukan berarti tanpa catatan negatif.

Kepala Pusat Informasi Depkominfo Gatot S Dewa Broto menyampaikan apresiasinya atas upaya yang telah dilakukan operator untuk menjaga performa layanannya.

"Kualitas layanan yang diselenggarakan oleh beberapa operator telekomunikasi pada umumnya cukup baik," tulisnya dalam keterangan pers, Senin (28/9/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun demikian, Depkominfo masih menemui beberapa permasalahan di jalur mudik, khususnya di luar area Jabodetabek. "Kualitas sempat agak memburuk seminggu menjelang Idul Fitri. Namun itu hanya pada beberapa layanan penyelenggara saja," ujarnya tanpa mau menyebut nama operator.

Depkominfo dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) tidak sampai melayangkan surat peringatan karena proses pemulihannya dianggap cukup cepat sehingga tidak menimbulkan kepanikan publik.

"Akan tetapi, apapun kondisi layanan selama Lebaran 2009 ini, tetap dimasukkan dalam salah satu catatan evaluasi BRTI dalam menilai standar kualitas layanan telekomunikasi selama setahun," tegas Gatot.

Puncak kenaikan trafik pesan singkat (SMS) dan panggilan suara (voice call) pada umumnya berlangsung variatif pada H-1 dan hari-H Lebaran. Puncak pengiriman SMS pada umumnya terjadi mulai 19 September 2009 siang hari hingga 24 jam hari berikutnya.

Mengingat sebagian warga Jakarta dan sekitarnya mudik Lebaran, maka konsentrasi penggunaan layanan telekomunikasi selama Lebaran juga berubah. Pada umumnya, peningkatan rata-rata mencapai 30% dibandingkan Lebaran 2008 lalu. Namun dibandingkan hari-hari biasa, peningkatan rata-rata lebih dari 100% untuk daerah-daerah yang jadi tujuan mudik tahun ini.

"Namun demikian, cukup baiknya layanan telekomunikasi selama Lebaran tahun ini bukan tanpa catatan negatif," kata Gatot. Menurutnya ada beberapa poin yang jadi perhatian Depkominfo.

Antara lain, informasi tarif operator yang kurang lengkap, tarif yang berlaku selama Lebaran, berapa daerah yang dijamin keterjangkauan layanan, serta tingkat kemampuan petugas-petugas posko jalur mudik dalam memberikan informasi yang lengkap bagi pengguna.

Tradisi mudik Lebaran merupakan aktivitas rutin masyarakat. Sehingga daerah-daerah yang menjadi destinasi padat mudik, menurut Depkominfo, seharusnya sudah diantisipasi operator.

"Namun kenyataannya, successful call ratio (SCR) sering tidak sepenuhnya memuaskan, sehingga harus dilakukan berulang kali untuk menelepon di saat puncak Lebaran. Ini tidak perlu terjadi mengingat kapasitas jaringan sudah ditingkatkan," tandas Gatot. (rou/faw)







Hide Ads