injeksi adalah MicxonBerry S900.
Menurut Chief Marketing Officer Indosat, Guntur Siboro, praktik joint sales semacam ini cukup efektif dalam menunjang pemasaran seluler. Terlebih, Indosat tidak mengeluarkan biaya signifikan untuk membundel ponsel China tersebut.
"Mereka menyediakan handset, kita jualan kartu. Kita juga nggak keluar biaya karena tidak membeli handset-nya. Ini hanya joint sales, jadi semuanya upside, karena kalau tidak laku maka tidak ada biaya bagi Indosat," jelasnya kepada detikINET, Selasa (8/9/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejak awal tahun ini, sudah ada 200 ribu nomor seluer yang kami benamkan ke dalam ponsel bundling hasil kerja sama Indosat dengan sejumlah vendor ponsel China," lanjut dosen pasca sarjana ini.
Data terbaru keluaran periset Gfk menyebutkan, 20% pasar ponsel di Indonesia, dengan market size 1,5 juta handset per bulan, dikuasai oleh ponsel China merek lokal dan BlackBerry. Itu sebabnya, Indosat sangat giat membundel kedua produk tersebut dengan kartu selulernya.
Bundel MicxonBerry
Yang terbaru, Indosat menjadi operator pertama yang membundel MicxonBerry S900. Ponsel keluaran Micxon Mobile yang tampilannya mirip BlackBerry Javelin ini dibundel dengan kartu seluler IM3 seharga Rp 888 Ribu. Harga ponsel ini jadi murah, karena bonus yang ditawarkan kalau ditotal mencapai Rp 2 juta.
"Lewat bundling ini kami juga memberikan paket voucher Rp 50.000, case silicon gratis, dua baterai dalam kemasan, kartu perdana IM3, bonus IM3 internet 300 menit, bonus 20 SMS, bonus telepon 120 menit dan gratis telepon 60 menit sesama IM3 Grup, serta aplikasi seperti Facebook, Mig33, Opera Mini, dan i-GO," papar Guntur.
General Manager Sales and Marketing Micxon, Miming, menyebutkan bahwa ponsel ini memiliki teknologi yang tak kalah hebat dibanding ponsel China lainnya, yakni, sensor gerak, dual on GSM-GSM, Bluetooth, radio FM, dan pemutar MP3/MP4, TV Tuner analog, koneksi Wi-Fi, serta akses data setingkat EDGE dengan kecepatan hingga 236,8 Kbps.
"Kami juga akan merilis lima varian Micxon lagi hingga akhir 2009," kata Miming. Menurutnya, Indosat adalah operator pertama yang langsung menerima ajakan bundling pihaknya. "Namun ke depannya, kami tetap terbuka dengan operator lain untuk bekerjasama," tandasnya. Bundling non-ekslusif ini telah disepakatinya dengan pihak Indosat.
(rou/faw)