Surat yang ditandatangani oleh Menkominfo Mohammad Nuh terhitung sejak 1 September 2009 lalu ini memutuskan Indosat mendapat alokasi tambahan blok pita 3G pada rentang frekuensi 1935-1940 MHz berpasangan dengan 2145-2150 MHz. Dengan demikian, frekuensi 3G yang dikendalikan Indosat total berjumlah 10 MHz.
Group Head Corporate Communication Indosat Adita Irawati menyambut baik keluarnya surat putusan ini. Sebab, dengan bertambahnya frekuensi 3G, Indosat bisa kembali agresif menggelar ekspansi jaringan pita lebar bergerak setelah sebelumnya sempat dikritik banyak pelanggan akibat terkendala masalah keterbatasan frekuensi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, sesuai dengan mekanisme yang ditawarkan pemerintah beberapa waktu lalu Indosat telah menyatakan minatnya untuk menambah alokasi frekuensi 3G second carrier dan telah mengirimkan surat tanggapan atas penawaran dari pemerintah dengan harga Rp 160 miliar sesuai dengan yang ditawarkan pemerintah.
Hingga kini layanan 3G Indosat telah beroperasi di 26 kota di Indonesia, antara lain Jabodetabek, Banda Aceh, Medan, Batam, Palembang, Bandung, Cirebon, Semarang, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Cilacap, Cepu, Salatiga, Kudus, Jepara, Magelang, Surabaya, Malang, Kediri, Jember, Denpasar, Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin dan Makassar.
"Dengan diberikannya tambahan frekuensi 3G ini akan semakin memberikan keleluasaan bagi Indosat untuk terus meningkatkan kapasitas di kota-kota tersebut dengan terus memperluas cakupan layanan 3.5G di daerah yang lain di seluruh Indonesia," tandas Adita.
Indosat sendiri memiliki sekitar 1400 unit node B sebagai infrastruktur base transceiver 3G yang melayani empat juta pengakses 3G dan 450 ribu pelanggan mobile broandand 3G aktif. Dengan kapasitas jaringan yang dimiliki Indosat, setiap minggunya, operator ini menyalurkan trafik data hingga 120 terabit.
(rou/faw)