Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Operator Makin Kecewa pada Pemda Badung

Operator Makin Kecewa pada Pemda Badung


- detikInet

Jakarta - Pernyataan Bupati Badung yang akan merubuhkan kembali menara telekomunikasi di Kuta, Legian, dan wilayah pariwisata sekitarnya, setelah lebaran nanti, ditanggapi
operator dengan beragam nada kecewa.

"Kalau perubuhan ini berjalan terus, tidak akan ada layanan seluler dari semua operator di kabupaten Badung," kata Chief Marketing Officer Indosat Guntur Siboro
kepada detikINET, Kamis (3/9/2009).

Di Kabupaten Badung, Bali, ada 126 menara yang telah berdiri dimana 45 diantaranya merupakan menara bersama. Dari total menara yang telah terbangun itu, 82 diantaranya memiliki IMB, dan 44 sisanya dianggap ilegal karena tidak memiliki IMB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Itu sebabnya, sejak akhir 2008 hingga Agustus 2009, Pemkab Badung telah membongkar 21 menara yang katanya tidak memiliki IMB .Menara yang dibongkar antara lain milik Indosat (1 unit), United Tower (1 unit), Excelcomindo Pratama (4 unit) dan Solusindo Kreasi Pratama (15 unit).

Rencananya, Pemkab Badung akan kembali membongkar 23 menara telekomunikasi yang dianggap ilegal karena tidak memiliki IMB usai lebaran nanti.

"Mantap. Habis lebaran nanti tidak ada yang bisa pakai ponsel di Kuta, Jimbaran, Ngurah Rai dan lain-lain. Karena semua operator mati BTS-nya," keluh Ketua Asosiasi
Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) Merza Fachys.

Semua operator anggota ATSI mengaku cukup pusing menghadapi kelakukan Pemkab Badung. "Hancur," demikian komentar singkat Muhammad 'Danny' Buldansyah, Wakil Dirut Bakrie Telecom, tanpa bisa berkomentar lebih lanjut mengenai rencana perubuhan menara itu.

Natrindo Telepon Seluler (Axis) sebagai salah satu operator seluler yang mengandalkan menara bersama, mengaku telah memenuhi persyaratan pemda saat melakukan
pembangunan menara-menaranya di Badung.

"Namun, pembongkaran yang akan dilakukan tanpa memberikan alternatif lain serta waktu yang terbatas akan menimbulkan gangguan layanan para operator telekomunikasi yang pada akhirnya mengakibatkan kerugian pada konsumen," tandas Muslim Khan, Chief Technology Officer Axis. (rou/faw)







Hide Ads