Hari jadi Postel, atau biasa disebut Hari Bakti Postel, jatuh pada 27 September. Di hari itu pula, seluruh stakeholder, operator, dan regulator telekomunikasi, berbaur merayakan hari istimewanya bersama-sama.
Tak pelak, pembangunan Palapa Ring yang momentumnya bertepatan dengan Hari Bakti Postel sangat disambut gembira oleh Sekjen Depkominfo Basuki Yusuf Iskandar yang juga bertindak sebagai pelaksana tugas Dirjen Postel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau yang lain berhenti, Telkom akan ambil semua. Bagi kami, siapa saja tidak masalah asal infrastrukturnya ada. Namun Alhamdulillah, proyek ini akhirnya bisa jalan juga," tutur Basuki saat ditemui detikINET di kantor barunya, gedung Depkominfo, Kamis petang (28/8/2009).
Palapa Ring sendiri tadinya akan dibangun tujuh perusahaan telekomunikasi yang membentuk satu konsorsium. Perusahaan itu adalah Telkom, Indosat, Bakrie Telecom, Excelcomindo Pratama (XL), Infokom Elektrindo (bersama Mobile-8 Telecom), Powertek Utama Internusa (representasi Linbrooke Worldwide Ltd).
Namun seiring waktu, satu persatu anggota konsorsium terus berguguran. Terakhir yang paling mengejutkan adalah mundurnya XL. Alhasil, dana patungan proyek yang tadinya dianggarkan US$ 225 juta, menyusut jadi tinggal US$ 150 juta saja.
"Dana itu merupakan urunan dari Telkom US$ 90 juta, Indosat US$ 30 juta, dan Bakrie Telecom US$ 30 juta," ungkap juru bicara konsorsium, Rakhmat Junaidi.
Telkom Buka Jalan
Meski dana berkurang banyak, namun pembangunan serat optik, khususnya untuk area bawah laut dalam mega proyek ini, tetap akan digelar mulai akhir September ini. Adalah Telkom yang akan memulai pembangunan kabel tersebut sendirian di wilayah Mataram-Kupang. Baru kemudian pas Desember akhir nanti seluruh konsorsium akan bersama-sama membangun di bagian atas Sorong.
Sebab, baru pada Desember itu konsorsium akan menentukan vendor kabel optik laut mana yang akan membangun Palapa Ring. Rakhmat sendiri memproyeksi pembangunannya baru rampung setelah pengerjaan dua tahun. "Kenapa lama, karena pembangunan kabel laut tidak semudah kabel darat. Apalagi ini panjangnya ribuan kilometer," jelasnya.
Dalam roadmap awalnya, Palapa Ring merupakan megaproyek pembangunan tulang punggung (backbone) serat optik yang terdiri dari 35.280 kilometer serat optik bawah laut (submarine cable) dan 21.708 kilometer serat optik bawah tanah (inland cable).
Kabel backbone internasional yang terdiri dari 7 cincin (ring) melingkupi 33 provinsi dan 460 kabupaten di kawasan timur Indonesia. Setiap ring itu nantinya akan meneruskan akses frekuensi pita lebar dari satu titik ke titik lainnya di setiap kabupaten. Akses tersebut akan mendukung jaringan serat optik berkecepatan tinggi dengan kapasitas 300 Gbps hingga 1.000 Gbps.
(rou/wsh)