Dalam keterangan persnya, RIM berjanji akan selalu berusaha untuk memenuhi persyaratan peraturan di masing-masing negara dimana RIM beroperasi dan akan terus bekerja sama dengan Depkominfo dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI).
"RIM tetap antusias mengenai masa depan smartphone BlackBerry dan layanannya di Indonesia dan berencana untuk terus melanjutkan investasi di negeri ini guna memberikan dukungan bagi para pelanggan dan mitra-mitra RIM," tulis perusahaan asal Kanada itu kepada detikINET, Kamis (27/8/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, masih ada sejumlah syarat yang masih harus dibereskan RIM kepada regulator. Nah, jika syarat yang tersisa itu selesai, maka RIM akan kembali memperoleh hak-haknya untuk segera mungkin mengajukan permohonan sertifikasi yang sempat dibekukan Ditjen Postel.
(ash/faw)