Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
BlackBerry Non-Operator Juga Harus Ada Purna Jual

BlackBerry Non-Operator Juga Harus Ada Purna Jual


- detikInet

Jakarta - Importir paralel yang menjual BlackBerry non-operator Telkomsel, Indosat, XL, dan Axis, juga diwajibkan untuk membangun pusat layanan purna jual ponsel tersebut. Jika tidak, pemerintah tak akan menerbitkan sertifikat B untuk izin impor varian produk baru besutan Research in Motion (RIM) dari Kanada itu.

Keputusan ini disepakati sebagai hasil rapat pleno Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) beserta tim khusus Depkominfo. Setiap importir BlackBerry harus membangun service center selain yang dimiliki oleh prinsipal RIM.

Anggota Komite BRTI Heru Sutadi menuturkan pihaknya akan segera memanggil seluruh importir paralel BlackBerry di Indonesia, yang jumlahnya diperkirakan mencapai 47 perusahaan, untuk membicarakan kewajiban service center ini. "Mereka semua harus bangun," ujarnya kepada detikINET, Kamis (27/8/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wajar saja, lebih dari 80% BlackBerry yang beredar di Indonesia berasal dari importir paralel, bukan dari mitra resmi RIM seperti Telkomsel, Indosat, XL, maupun Axis. RIM sendiri tak mau bertanggung jawab akan purna jual produk yang masuk ke Indonesia di luar jalur distribusi keempat operator tersebut.

Kalau begini, sudah pasti banyak pembeli yang dirugikan. Tentu banyak yang tidak tahu kalau BlackBerry dengan logo T-Mobile, AT&T, O2, dan lainnya yang mereka beli dari toko-toko di ITC Roxy Mas dan Mal Ambassador, misalnya, ternyata tidak mendapat garansi purna jual resmi dari RIM.

Menurut catatan empat operator penyelenggara layanan BlackBerry, jumlah pengguna akses internet service perangkat tersebut telah lebih dari 400 ribu pelanggan. Itu artinya, ada sekitar 320 ribu pemilik BlackBerry yang cuma bisa berharap purna jual dari garansi toko belaka. Itu pun dengan layanan seadanya.

"Pelanggan semacam ini pastinya juga tetap harus kita lindungi. Itu sebabnya, para importir paralel ini kita wajibkan membangun service center yang terafiliasi dengan Authorized Repair Facility milik RIM di Indonesia," jelas Kepala Pusat Informasi Depkominfo, Gatot S Dewa Broto.

RIM sendiri mengklaim telah mengoperasikan Authorized Repair Facility BlackBerry yang dibangunnya bersama mitra lokal Teleplan, di Sunter, Jakarta, terhitung 26 Agustus 2009 sesuai tenggat akhir yang diultimatum pemerintah.Β 

Secara prinsip, BRTI dan Depkominfo dapat menerima kelengkapan, mekanisme dan prosedur yang dimiliki purna jual ini. Namun dengan catatan hitam di atas putih, RIM-Authorized Repair Facility ini bisa memberikan solusi total. Sehingga, setiap kerusakan pada BlackBerry, apapun tingkatnya, sudah cukup diperbaiki di Indonesia saja tanpa perlu dibawa ke luar negeri.

Komitmen yang mengikat RIM secara hukum ini juga termasuk untuk memberikan garansi serta layanan purna jual pelanggan dalam setiap pengajuan sertifikasi perangkat yang akan dipasarkan secara komersil di Indonesia.

Dengan dipenuhinya seluruh komitmen ini, maka konsekuensinya adalah pembekuan sertifikat A untuk varian produk baru milik RIM akan dicabut secepatnya. Itu artinya, BlackBerry Gemini segera bisa diimpor dan dipasarkan secara resmi oleh Telkomsel, Indosat, XL, dan Axis, dalam waktu dekat.

Sementara, BlackBerry Gemini lewat importir paralel, tentu harus menunggu rampungnya pembangunan service center terlebih dulu. Meski demikian, kabarnya sudah ada ponsel Gemini yang berhasil masuk ke Indonesia lewat salah satu importir tersebut.
(rou/ash)







Hide Ads