Wakil Dirut Bakrie Telecom Erik Meijer menjelaskan, Bispak merupakan singkatan dari fitur barunya, yakni "Bisa Pakai Tarif Mana Pun". Tarif yang ditawarkan adalah milik BASMI atau Bebas, As, Simpati, Mentari, dan IM3.
"Lewat Bispak yang kami tawarkan, kami ingin pelanggan Esia merasakan sendiri tarif mana yang paling murah, Esia atau GSM," kata Erik di sela peluncuran Esia Bispak di Wisma Bakrie I, Jakarta, Rabu (26/8/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelanggan yang menggunakan tarif GSM sesuai dengan tarif yang dikenakan tiga operator seluler tersebut saat ini, akan kami beri bonus diskon 10%. Kalau mereka merasa tarif provokatif Rp 0,1 milik operator GSM ini masih kemahalan, pelanggan boleh balik lagi ke tarif Esia, gratis," tukas Erik.
Menurut dia, langkah ini merupakan "kegilaan" Bakrie untuk membuktikan bahwa tarif Esia merupakan yang termurah. "Sedangkan tarif seluler GSM lebih mahal tiga kali untuk panggilan lintas operator dan bahkan lebih mahal 22 kali lipat untuk panggilan ke sesama operator."
Erik sendiri sadar, bahwa penggunaan kata "Bispak" bisa menimbulkan konotasi dan interpretasi negatif, terlebih di bulan suci Ramadhan ini. "Kata Bispak kami pakai setelah melalui perdebatan internal yang panjang. Akhirnya kami semua sepakat untuk tetap menggunakan singkatan ini dalam campaign kami. Buktinya, semua suka, kan?"
(rou/ash)