Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
RIM Tak Boleh Pilih Kasih Layani BlackBerry

RIM Tak Boleh Pilih Kasih Layani BlackBerry


- detikInet

Jakarta - Research in Motion (RIM) didesak regulator agar tidak pilih kasih melayani pelanggan BlackBerry melalui pusat purna jualnya. Baik yang membeli lewat operator maupun importir paralel.

Permasalah ini memang mendesak, karena dari 400 ribu pemilik BlackBerry yang
berlangganan akses layanan BlackBerry Internet Service (BIS) operator, 80% di
antaranya membeli perangkat dari importir paralel. Masalahnya, oleh RIM, pelanggan
model ini dianggap ilegal alias black market (BM).

"Biar bagaimana pun, BlackBerry tetap produk buatan RIM. Itu sebabnya kami mendesak
mereka agar tak pilih kasih," ujar Kepala Pusat Informasi Depkominfo Gatot S Dewa
Broto, kepada detikINET, Kamis (20/8/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bagusnya mereka sekarang mau mempertimbangkan kontraktual dengan para importir
paralel. Soal kerja samanya bagaimana, itu tergantung deal business to business di
antara mereka," tuntasnya lebih lanjut.

RIM sendiri dalam membangun service center, kabarnya lebih senang tidak berurusan
langsung dengan pelanggan. Produsen asal Kanada ini lebih memilih berurusan dengan
operator yang menjadi pick up point reparasi produk jika ada kerusakan pada
BlackBerry pelanggan.

"Itu yang tidak boleh. Karena bisa melanggar Peraturan Menkominfo No. 29/2008 pasal
8 ayat 1 yang berbicara tentang surat pernyataan kesanggupan memberikan garansi
serta layanan purna jual di atas materai, kecuali jika alat dan perangkat
telekomunikasi itu tidak untuk diperdagangkan," tandas Gatot.
(rou/faw)





Hide Ads