"Meski kami menyerahkan sepenuhnya kepada Indosat dan Telkom, namun kami tetap mendorong mereka agar segera membentuk konsorsium. Pemerintah ingin slot yang sudah berhasil kita selamatkan bersama jangan sampai tidak terisi," tutur Direktur Kelembagaan Internasional Ditjen Postel Ikhsan Baidirus, usai peresmian gedung satelit Palapa di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (14/8/2009).
Slot orbit satelit 150,5º sejatinya diserahkan ke Indosat oleh pemerintah untuk dikelola operator tersebut. Namun dua tahun lalu, International Telecommunication Union (ITU) menginformasikan bahwa sejumlah filing satelit Indonesia yang didaftar ke lembaga tersebut sejak era 1990-an sempat dihapus oleh lembaga tersebut. Salah satu slot yang sempat dihapus adalah slot orbit 150,5º.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasilnya, Indonesia kembali dapat memiliki slot tersebut. Namun, sejak saat itu, pemerintah jadi lebih berhati-hati dalam mengambil kebijakan untuk menyerahkan pengelolaan slot orbit satelit ke operator. Kebijakan yang diambil pemerintah lebih kepada mengelola bersama-sama agar pemanfaatan slot dapat dioptimalkan.
"Kami juga telah menyiapkan institusi dan staf khusus yang menangani aspek regulasi internasional di ITU. Sehingga sekarang kami jadi lebih tenang karena ada yang mencegah slot orbit terlepas lagi dari Indonesia," tandas Ikhsan.
(rou/faw)