Persiapan awal yang dilakukan Indosat sebelum peluncuran satelit tersebut, antara lain dengan meresmikan gedung satelit Palapa di stasiun pengendali bumi Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (14/2009).
Peresmian dilakukan oleh Direktur Kelembagaan Internasional Ditjen Postel Ikhsan Baidirus,Β Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Komisaris Utama Indosat H.E. Sheikh Abdullah Bin Mohammed Bin Saud Al Thani dan President Director & CEO Indosat yang baru, Harry Sasongko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sisi kapasitas, satelit Palapa D akan memiliki 40 transponder, atau lebih banyak dari Palapa C2 yang hanya 36 transponder. Dari 40 transporder itu, sekitar 40% di antaranya akan digunakan untuk kepentingan Indosat di dalam negeri, sedangkan sisanya akan disewakan ke pihak lain di luar Indosat baik dari dalam ataupun luar negeri.
Selain Indonesia, cakupan satelit yang punya masa operasi 15 tahun ini bisa menjangkau wilayah regional negara-negara Asia, India, Jepang, Timur Tengah dan Australia. Satelit Palapa D yang akan diluncurkan di Xichang, China, ini dibuat oleh Thales Alenia Space France dengan total biaya US$ 230 juta. (rou/faw)