Seperti kita ketahui, Gemini telah dipasarkan di Kanada dan AS dengan banderol US$ 130 atau sekitar Rp 1,5 juta. Ini menjadikannya sebagai perangkat BlackBerry termurah yang pernah ada.
Chief Marketing Officer Indosat Guntur Siboro memaklumi jika harganya jadi demikian murah. Sebab, versi hemat dari Bold dan Javelin ini, punya beberapa kekurangan dibanding seri BlackBerry sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indosat sendiri belum mau mengungkap berapa harga jual yang nantinya akan dilepas ke pasar. "Harganya belum bisa di-disclose. Kalau di luar harganya bisa dua jutaan rupiah, itu bisa saja harga BM (black market). Harga kami belum fixed," lanjut Guntur.
Indosat sendiri mengaku sudah siap memasarkan Gemini sejak uji coba jaringan dan instalasi perangkat lunaknya rampung. Namun sayangnya, perusahaan ini belum bisa mengimpor perangkat itu karena sertifikasi pengadaan barangnya masih dibekukan pemerintah.
"Semua tergantung RIM (Research in Motion, produsen prinsipal BlackBerry dari Kanada). Mereka baru akan buka service center akhir Agustus. Jadi Ramadhan ini pun saya masih belum yakin sudah bisa dipasarkan meskipun secara jaringan sudah tak ada masalah," pungkasnya seraya menyebut, bandwidth dedicated jaringan BlackBerry Indosat ke server RIM di Kanada telah diupgrade jadi 50 MB.
(rou/ash)