Ditemui usai peresmian Gerai Esia Garut, GM Regional Jabar PT Bakrie Telecom, Noor Patria Eka mengaku bahwa program promo yang berlangsung hingga akhir tahun ini sebagai upaya mempertahankan eksistensi Esia sebagai market leader untuk pasar CDMA di Jabar.
"Program ini berlangsung hingga Desember 2009. Area cakupannya se-Jabar, kecuali Bandung. Jadi dengan tarif on net atau gratis telpon, pelanggan kami bisa menikmati gratis nelpon lokal ke sesama Esia," paparnya, Kamis (23/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bandung sudah besar. Kita ingin kembangkan daerah-daerah lainnya," ungkap pria yang akrab dipanggil Eka oleh rekan kerjanya.
Disinggung apakah program tersebut sebagai upaya Esia untuk mencari celah karena kompetitornya sudah mencabut promosi gratisnya, Eka mengaku program ini bukan mengadopsi dari program kompetitor.
"Kita masing-masing punya program. Program ini karena kita ingin masyarakat bisa menikmati solusi yang diberikan oleh Esia sebagai penyedia jasa layanan telkomunikasi. Ini sebagai satu benefit dari menggunakan Esia," ungkapnya.
Pada akhir kuartal pertama Esia mengklaim meraih market share di Bandung sebesar 69 persen. Dengan raihan itu Esia mengaku menguasai market share CDMA di Jabar.
Data tersebut berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Roy Morgan. Lembaga tersebut melakukan survei di 20 kota besar di Indonesia dengan metode single source.
"Kita berikan data apa adanya. Kalau tidak perlu berdarah-darah, kenapa harus berdarah-darah mencapai hasil itu," pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, selain meresmikan gerai ke 20 di wilayah Jabar, Esia juga membangun 10 unit Telepon Umum Koin (TUK) untuk masyarakat Garut.
(afz/ash)