Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Harga Selangit untuk Akses Seadanya di Angkasa

Harga Selangit untuk Akses Seadanya di Angkasa


- detikInet

Jakarta - Untuk bisa melakukan panggilan atau menerima telepon di pesawat, pelanggan seluler Indosat harus siap kaget melihat angka tagihan yang tidak sedikit. Begitu pula untuk SMS dan akses data. Harga ikut membumbung tinggi di angkasa seiring pesawat mengudara.

Indosat yang berkerja sama dengan Aeromobile, operator telekomunikasi seluler khusus di pesawat, mengenakan tarif Rp 55 ribu untuk tiap menit sambungan suara yang yang terhubung ke pelanggan pasca bayarnya saat di pesawat. Sedangkan untuk berkirim pesan singkat, tarif tiap SMS yang lalu lalang dikenakan tarif Rp 15 ribu.

Sementara untuk pelanggan yang mengakses data, misalnya lewat BlackBerry, dikenakan tarif Rp 350 untuk tiap kilobyte data yang lalu lalang. Tarif semua layanan ini jelas jauh lebih mahal dari tarif normal, bahkan untuk penggunaan roaming atau jelajah internasional sekalipun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun Indosat tetap optimistis 10 ribu pelanggan Matrix akan menggunakan layanan itu. Pun demikian dengan Aeromobile, yang untuk tahap awal menyelenggarakan layanan bagi pelanggan Indosat untuk penerbangan menggunakan 47 pesawat Emirates dan satu pesawat Malaysia Airlines.

"Trafik tertinggi dari penggunaan layanan telekomunikasi kami ada di jalur penerbangan menuju Timur Tengah. Itu sebabnya, untuk tahap awal, ada 47 pesawat Emirates yang sudah siap infrastrukturnya untuk Indosat," jelas Nora Talib, Senior Commercial Manager Aeromobile Asia Pasific, kepada detikINET di kantor pusat Indosat, Jakarta, Selasa (21/7/2009).

Untuk membangun satu infrastruktur telekomunikasi base transceiver station (BTS) di pesawat, Indosat harus merogoh US$ 250 ribu. Harga yang relatif mahal ini baru bisa sebatas memenuhi kebutuhan telekomunikasi dasar saja dengan bandwidth rendah.

"Bandwidth yang bisa kami salurkan baru sebatas hitungan kilobyte. Untuk akses broadband, saat ini belum bisa. Namun itu semua tergantung dari mitra operator kami. Kalau mereka mau, saya rasa bisa saja akses internet cepat dengan konektivitas pita lebar di pesawat," terang Nora.

Alhasil, pelanggan hanya bisa menggunakan fasilitas suara, SMS, dan akses data layaknya koneksi internet dial-up. Tentu pelanggan yang menggunakan layanan ini hanya pelanggan yang sedang benar-benar perlu saja. Jika tidak, sayang sekali. Terlalu mahal untuk koneksi yang bisa dibilang baru seadanya saja. (rou/faw)







Hide Ads