"Sah-sah saja klaim. Tapi harus ada dasarnya. Apakah hasil tersebut dari lembaga independen atau berdasarkan data internal kita. Tapi kalau dari data internal kita jelas tidak mungkin," ujar Bayu Janitra Wirjoatmodjo, Manager Marketing Bakrie Telecom Regional Jabar saat berbincang dengan detikINET di Cabe Rawit, Jalan Teuku Umar, Jumat (2/7/2009).
Bayu menambahkan, pada akhir kuartal pertama, Esia meraih market share di Bandung sebesar 69 persen. Angka tersebut adalah hasil survei yang dilakukan oleh Roy Morgan yang merupakan lembaga survei independen yang awalnya berdiri pada Juli 1941 di Australia dan kemudian mengembangkan diri ke Eropa dan Amerika.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disinggung mengenai penunjukan Roy Morgan sebagai lembaga survei, Bayu menjelaskan bahwa hal tersebut adalah kebijakan dari perusahaan. Dan Roy Morgan
dipergunakan oleh beberapa perusahaan besar di Indonesia.
"Mereka (Roy Morgan - red) melakukan survei di 20 kota besar di Indonesia. Cukup representatif untuk menggambarkan kondisi sebenarnya. Metode mereka adalah
single source, artinya bisa melakukan survei apa saja. Berbeda dengan AC Nielsen yang menggunakan costumer behaviour untuk melakukan surveinya," terang pria yang gemar main XBox itu.
Saat ini jumlah pelanggan Esia di Bandung telah mencapai lebih dari 1 juta pelanggan. Pencapaian tersebut menurutnya dikarenakan pihaknya memberikan
treatment tidak hanya kepada pelanggan tapi juga kepada dealer-dealer Esia.
"Di kita ada laporannya. Jadi dealer yang berprestasi akan kita berikan macam-macam bonus. Apa yang mereka mau kita berikan. Jadi bisnis sama kita harus
saling menguntungkan. Sedangkan untuk pelanggan di Bandung kita berikan taman dan neon box di beberapa titik jalan di Bandung," pungkasnya. (afz/ash)