Datuk Sri Jamaludin Ibrahim, President and Group Chief Executive Officer Axiata Group Berhad, mengungkapkan hal itu dalam cocktail reception yang digelar di Asian Civilization Museum, Singapura, Selasa petang (16/6/2009).
Axiata merupakan nama baru bagi Telekom Malaysia International. Perubahan nama dan logo itu dibarengi juga dengan semangat baru untuk memajukan Asia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu operator Axiata adalah Mobile One (M1) di Singapura. Reputasi M1 sebagai pemain 'perang tarif' memang sempat santer terdengar, hingga kini pun M1 dikenal sebagai operator dengan tarif murah.
Namun Jamaludin agaknya tak mau Axiata identik dengan perang tarif. "Terjangkau itu tidak melulu soal tarif, bisa juga dengan cara yang lain," ujarnya saat membuka acara.
Axiata saat ini diperkirakan memiliki sekitar 89 juta pelanggan. Operator di bawah 'payung' Axiata menyebar di 10 negara di dunia, termasuk Indonesia (XL), Malaysia (Celcom), Singapura (M1), India (idea!) dan lainnya.
Nantikan laporan selanjutnya dari ajang CommunicAsia 2009 di detikINET.
(wsh/rou)