Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Pertemuan RIM dan BRTI Berlangsung Kritis

Pertemuan RIM dan BRTI Berlangsung Kritis


- detikInet

Jakarta - Akhirnya, pertemuan Researh In Motion (RIM) dengan regulator yang diwakili Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) dan Depkominfo berlangsung. Tak dinyana, pertemuan yang khusus membahas nasib BlackBerry di Indonesia ini berlangsung sangat kritis.

Dikatakan Gatot S. Dewa Broto, Kepala Humas dan Pusat Informasi Depkominfo, kedatangan delegasi RIM dari Kanada ini dipimpin oleh Robert E. Crow selaku Vice President on Industry, Goverment & University Relations of RIM. Sementara dari kubu Indonesia tampak para anggota BRTI -- minus sang Ketua Basuki Yusuf Iskandar dan Abdullah Alkaf -- serta Azhar Hasyim, Direktur Standarisasi Ditjen Postel.

"Pertemuan tersebut berlangsung sangat kooperatif dan cukup bermanfaat namun sangat kritis," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (15/6/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasalnya, lanjut Gatot, memungkinkan kedua belah pihak saling sharing informasi dan mencoba mencari berbagai alternatif solusi terkait dengan berbagai masalah yang terkait dengan perdagangan produk dan layanan perangkat telekomunikasi BlackBerry di Indonesia yang akhir-akhir ini cukup banyak memperoleh sorotan tajam dari masyarakat.

BRTI dan Depkominfo pada dasarnya menyampaikan apreasiasi atas kesediaan RIM untuk menyampaikan sejumlah klarifikasi yang disampaikan oleh pihak Indonesia. Dialog semacam ini diharapkan akan terus berlanjut dilakukan pada masa-masa yang akan datang dengan tujuan selain untuk memperkecil perbedaan pandangan di antara kedua pihak, juga untuk mengetahui regulasi dan kebijakan.

Pertemuan ini sebelumnya sudah didahului dengan pertemuan dengan topik bahasan yang sama di kantor BRTI juga yang berlangsung pada minggu lalu namun hanya terbatas khusus internal para pemangku kepentingan di Indonesia, yaitu 3 penyelenggara telekomunikasi (PT Telkomsel, PT Excelcomindo Pratama dan PT Indosat), komunitas pengguna BlackBerry dan BRTI serta Departemen Kominfo.

Khusus pada pertemuan yang dilakukan pada tanggal 15 Juni 2009 ini RIM menjelaskan tentang posisi mereka dalam pengembangan perdagangan BlackBerry di Indonesia dan sangat berharap agar penetrasi pasar di Indonesia meningkat pesat sebagaimana saat ini saja baik yang langsung diperdagangkan melalui RIM langsung maupun tidak langsung adalah sekitar 300 ribu dan diperkirakan akan meningkat terus.
(ash/ash)






Hide Ads