Itu sebabnya Indosat masih menunda peluncuran BlackBerry StarOne. Dari rencana semula Mei lalu, perangkat cerdas pabrikan Research in Motion dari Kanada itu baru bisa diluncurkan Juli.
"Di CDMA, network lebih complicated, parameternya berbeda dengan GSM. Jadi perlu kustomisasi khusus," jelas Teguh Prasetya, Group Head Brand Marketing Indosat, kepada detikINET di sela Indonesia Celluler Show 2009, di Jakarta, Rabu (10/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentunya, aksi ini tak terlepas untuk menggenjot pelanggan StarOne yang nyaris tak bertambah sejak tahun lalu. Pelanggan StarOne stagnan di angka 700 ribu, meski cakupan jaringan layanan sudah diperluas jadi 63 kota. "Akhir tahun nanti jumlahnya akan ditambah jadi 90 kota," sambung penggila gadget ini.
Selain StarOne yang memiliki akses terbatas di frekuensi 800 MHz, operator seluler CDMA Smart Telecom juga akan memasarkan BlackBerry tak lama kemudian.
Smart yang beroperasi sendirian di pita 1900 MHz, kata Chief Sales Officer Smart Charles Sitorus, akan menghadirkan layanan data di perangkat BlackBerry CDMA pada bulan September-Oktober. "Tunggu saja tanggal mainnya," pungkas Charles.
(rou/ash)