Chief Commercial Officer Hutchison 3, Suresh Reddy, mengatakan jaringan 2G milik 3 sudah beroperasi di 200 kabupaten di 21 propinsi Indonesia.
"Namun jaringan 3G kami hanya ada di Jakarta. Kami akan bangun 3G di daerah lain tahun ini jika permintaaannya sudah besar," ujarnya dalam jumpa pers kerja sama 3 dengan Manchester United di Menara Jamsostek, Jakarta, Senin (8/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dananya menggunakan sisa anggaran US$ 1 miliar yang kami gelontorkan sejak 2007 lalu," sambung Suresh tanpa mau merinci komposisi jaringan 2G dan 3G yang dimiliki.
GM Marketing VAS 3, Patricia Tedjasendjaja, menjelaskan alasan mengapa pihaknya tak kunjung ekspansi 3G ke luar Jakarta.
"Demand 3G belum besar. Konten 3G juga tidak booming, belum ada killer application. 3G cuma digunakan untuk akses data saja," jelasnya kepada wartawan.
Namun demikian, bukan berarti 3 tak punya rencana untuk memperluas ekspansi 3G-nya ke kota-kota lain.
"Perangkat jaringan kita sudah mudah untuk di-upgrade untuk 3G, jadi bukan sesuatu yang sulit. Hanya saja kita perlu melihat potensinya dulu," kilah Hermansjah Haryono, Deputy General Manager Product Marketing 3.
Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi merasa aneh dengan pernyataan Hutchison yang menyalahi komitmen aturan lisensi moderen pembangunan 3G.
Sebab, kepada BRTI, operator 3 ini mengaku sudah membangun 3G di dua propinsi pada tahun pertama, dan lima propinsi di tahun keduanya.
"Kami akan minta klarifikasi mereka dalam waktu dekat," tandas Heru. Jika terbukti tak memenuhi komitmen, Hutchison bisa terjerat sanksi berat seperti denda sampai pencabutan lisensi.
(rou/ash)