Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Pendapatan SLI Indosat Terus Tergerus

Pendapatan SLI Indosat Terus Tergerus


- detikInet

Jatiluhur, Purwakarta - Indosat jika tak melakukan inovasi dan hanya bergantung pada bisnis sambungan langsung internasional (SLI) saja mungkin sudah almarhum atau diakuisisi perusahaan lain saat ini.

Direktur Utama Indosat Johnny Swandi Sjam mengatakan demikian saat meluncurkan program Indosat Wireless Inovation Contest (IWIC) 2009, di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (4/6/2009).

"Seratus persen pendapatan Indosat tadinya cuma murni dari SLI. Kini pendapatan SLI tak sampai sepuluh persen dari total pendapatan Indosat. Kalau kami tidak melakukan inovasi mungkin Indosat sudah almarhum atau diakuisisi perusahaan lain," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

SLI memang jadi bisnis utama Indosat sejak didirikan 1967. Namun seiring perkembangan teknologi pita lebar, Indosat yang tadinya cuma sebagai medium untuk menyalurkan trafik luar negeri kini mulai merambah bisnis lain seperti telepon lokal dan nirkabel seluler.

"Kini 75 persen pendapatan datang dari nirkabel dan 15 persen lainnya dari multimedia, data dan internet atau MIDI. Baru sisanya SLI," jelas Johnny.

Berangkat dari pergeseran bisnis dan perkembangan teknologi, Indosat merasa perlu untuk menggali inovasi baru agar layanannya tetap bisa menghasilkan margin keuntungan pendapatan. Itulah salah satu alasan mengapa digelar ajang Indosat Wireless Innovation Contest (IWIC).

"Kami ingin dari IWIC yang memasuki tahun keempat ini ada inovator yang bisa menciptakan penemuan seperti Friendster, Facebook, atau Youtube. Sehingga bandwidth lokal. Biayanya sangat besar untuk bandwidth internasional," kata Johnny.

Indosat sendiri berharap mendapatkan lisensi broadband wireless access (BWA) dalam tender di pita 2,3 GHz. "Kami harap inovasi kami bisa berlanjut di Wimax dan LTE," tandas pria berkacamata ini. (rou/wsh)




Hide Ads