Demikian dugaan dari Fanny Pramana, Koordinator milis Thumbers dan Isat-BB (komunitas pengguna BB Indosat), saat berbincang dengan detikINET, Kamis (28/5/2009) dini hari. Fanny mengungkapkan belum lama berselang terjadi kebocoran software bernama MFI Loader yang konon dimiliki oleh Research In Motion (RIM) selaku produsen BlackBerry.
"Dengan MFI loader, semuanya bisa direkayasa. Perangkat BB yang tidak lolos kualitas atau suku cadang dalamnya rusak dan tidak lolos quality control, itu bisa diprogram ada PIN baru dan ada IMEI baru. Gawatnya lagi barang-barang itu bisa masuk Indonesia," kata Fanny.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengguna produk semacam itu pada mulanya bisa menggunakan sekitar dua minggu atau satu bulan. Namun setelah itu BB sama sekali mati total karena PIN Suspend.
"Ini yang sering membuat kami-kami di komunitas prihatin. Banyak masyarakat yang sudah mencicil susah-susah buat beli BB, tidak tahunya tiba-tiba mati akibat tidak cermat saat membeli ponsel yang tidak biasa ini," tukasnya.
Komunitas pengguna BB sendiri sejak dua bulan belakangan ini gencar mengampanyekan gerakan 'Say No To Cloning PIN' serta mengutamakan membeli perangkat yang resmi.
"Pastikan beli BB pada pedagang yang terpercaya. Ada garansi bahwa barangnya adalah baru dan PIN-nya bukan PIN tembak. Tak kalah pentingnya adalah pastikan IMEI dan PIN yang ada di stiker dan status sama. Jika kurang pemahaman tentang BB, ajak orang yang paham tentang BB saat beli BB, pungkas Fanny. (wsh/wsh)