Keenam perusahaan vendor tersebut adalah AJN Solusindo, Tangara Mitrakom, Patrakom, Telkom Divisi Enterprise, Konsorsium Aprotech, dan Transnetwork Asia. Masing-masing akan menyediakan 1000 unit VSAT selama empat bulan hingga September 2009.
"Pengadaan perangkat VSAT menyerap 30% dari total alokasi biaya USO Rp 600 miliar," ungkap Direktur Telkomsel Sarwoto Atmosutarno, kepada detikINET di sela peluncuran perdana USO di desa Ranupani, Lumajang, Jawa Timur, Rabu petang (20/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggaran juga termasuk alokasi pengadaan infrastruktur base station subsystem (BSS) sebagai penghubung VSAT dengan BTS Pico. Nantinya, satu titik infrastruktur BTS Pico ini bisa melayani tujuh panggilan secara bersamaan seluas 150 sampai 800 meter.
Untuk pengadaan seluruh komponen ini, Telkomsel telah menggelar tender sejak Februari-April 2009. Seiring kelarnya tender, secara paralel mulai April-Mei dilanjutkan proses produksi dan instalasi.
"Saat ini perangkat yang telah terpasang sudah di sekitar 200 titik desa, termasuk Ranupani. Kami harap hingga Juni nanti 2400 desa telah terinstalasi," sambung Sarwoto.
Selanjutnya, Telkomsel juga telah memilih empat vendor untuk mempercepat penyediaan dan pemasangan repeater dan FWT yang tiap bulannya bisa mencapai 4000-5000 desa. Tiap FWT akan dibenamkan kartu telepon dengan nomor prefiks 0853.
Nah, jika ditambah dengan 6000 VSAT yang bisa terpasang di 400-500 desa setiap bulannya, Sarwoto optimistis 24.056 desa USO yang digarap Telkomsel sudah dapat menikmati akses telekomunikasi di akhir 2009 nanti.
(rou/wsh)