Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Ranupani, Desa Pertama USO Telkomsel

Ranupani, Desa Pertama USO Telkomsel


- detikInet

Lumajang - Terletak di kaki Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, Ranupani menjadi desa pertama yang akhirnya mencicipi layanan telekomunikasi Universal Service Obligation (USO) dari Telkomsel.

"Ranupani menjadi desa pertama dari total 24.056 desa USO yang akan kami layani tahun ini," sebut Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno, di sela peluncuran perdana USO di desa itu, Rabu petang (20/5/2009).

Untuk melayani area penduduk yang berjarak 17 km dari puncak pegunungan Semeru, Telkomsel menyiapkan satu perangkat infrastruktur VSAT dengan kapasitas bandwidth 512 kbps sebagai penerima sinyal dari satelit milik Telkom.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perangkat VSAT itu kemudian dihubungkan dengan satu unit Pico BTS berbasis IP yang bisa melayani tujuh panggilan secara bersamaan di area seluas 150 meter. Sejatinya, jika permukaan tanah rata tak seperti pegunungan, cakupan area yang dilayani bisa sampai 400-800 meter.

Dalam pagelaran akses telekomunikasi pedesaan satu ini, pihak di luar Telkomsel yang tak kalah sibuknya adalah Dirjen Postel Depkominfo Basuki Yusuf Iskandar. Ia bahkan tak ragu bermalam di rumah warga supaya bisa memantau langsung keberhasilan koneksi.

"Jelas, USO sudah seperti anak kandung saya," aku Basuki. "Saya bahagia sekali melihat wajah tulus masyarakat desa yang setelah sekian lama menunggu akhirnya bisa mendapatkan kesempatan untuk menikmati akses telekomunikasi," sambung pria kelahiran Yogyakarta ini.

Basuki tak kalah terharu saat mengetahui, orang pertama yang ingin dihubungi Mbah Tasrip, sesepuh desa Ranupani, adalah dirinya. Padahal, Mbah Tasrip yang tahun ini genap berusia 77 tahun, belum tahu siapa sosok Basuki sebelumnya.

Saat bertemu dan berfoto bersama Basuki, Mbah Tasrip kerap mengelus-elus dagu sang Dirjen. Tak pelak ia langsung tak enak hati ketika tahu orang yang selama dua hari belakangan ini sering dicandainya adalah sosok penting di industri telekomunikasi.

"Saya suka dengan sosok Pak Basuki yang begitu membumi. Saya harap, pembangunan progam telepon pedesaan yang ia cita-citakan bisa terwujud seluruhnya tahun ini," harap ayah dari Kepala Desa Ranupani ini.

Basuki sendiri berjanji agar akses telekomunikasi yang sudah terpasang di Ranupani tidak berhenti begitu saja. Ia ingin agar masyarakat desa dan Telkomsel berkolaborasi menjaga dan merawat akses tersebut agar berguna bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat setempat.

"Saya pesankan kepada Telkomsel, tarif akses telepon pedesaan ini tak boleh lebih mahal dari tarif telepon lokal PSTN," tandas lulusan UGM ini. Nomor USO yang digunakan Telkomsel menggunakan prefix 0853.

Layanan telekomunikasi desa di Ranupani, setelah diresmikan langsung oleh Dirut Telkomsel dan Dirjen Postel, juga langsung diuji coba untuk video conference dengan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, berkaitan dengan 101 tahun Hari Kebangkitan Nasional.

Selain Ranupani, presiden dalam video conference juga berdialog dengan warga desa Sekatak, di Nunukan, Kalimantan Timur (perbatasan Malaysia), desa Adaud di Saumlaki, Maluku, dan desa Ubrub di Papua (perbatasan Papua Nugini).
(rou/wsh)







Hide Ads