Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi menjelaskan, penghapusan nomor tersebut merupakan bagian dari strategi manajemen untuk menyeleksi pelanggan yang dimilikinya.
"Nomor yang kami hanguskan adalah pelanggan tipe calling card yang mendominasi hampir 35 persen dari penjualan kartu perdana XL," katanya dalam jumpa pers RUPS XL di Menara Prima, Selasa (12/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk mengurangi tipe pelanggan seperti ini terpaksa XL menurunkan suplai kartu perdana di pasar. Jika suplai berkurang, diharapkan pelanggan calling card berubah menjadi pelanggan setia yang berkualitas," kata Hasnul.
Meski XL harus kehilangan 1,2 juta pelanggannya, namun di sisi lain operator ini sejatinya mengalami peningkatan 39% dari 18,4 juta pelanggan kuartal I-2008 menjadi 24,9 juta di kuartal I-2009.
Kemudian, di sisi pelanggan prabayar produktif (prepaid revenue generating subscriber base/RGB), XL juga mencatat pertumbuhan 34% dari 15,9 juta menjadi 21,3 juta di rentang waktu yang sama.
Pun, pertumbuhan pelanggan produktif turut memberi kontribusi pendapatan usaha 10% menjadi Rp 2,962 miliar. Hal ini didorong oleh kenaikan pendapatan percakapan seiring pertumbuhan total outgoing minutes (MoU) 263% menjadi 19,9 miliar menit.
(rou/faw)