Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Interkoneksi Gerus Pendapatan Telkom Rp 1 Triliun

Interkoneksi Gerus Pendapatan Telkom Rp 1 Triliun


- detikInet

Jakarta - Telkom sebagai operator incumbent yang mulai membuka lebar keran interkoneksi ke semua operator, mengaku kehilangan pendapatan Rp 1 triliun sejak diberlakukannya penurunan tarif interkoneksi per 1 April 2008.

Dirut Telkom Rinaldi Firmansyah mengungkapkan demikian dalam acara 'Evaluasi Satu Tahun Penurunan Tarif' di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (29/4/2009).

"Akibat interkoneksi, kami kehilangan pendapatan Rp 1 triliun. Jadi jangan lupakan jasa incumbent yang mau membuka interkoneksi," demikian ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Rinaldi, pemerintah sebaiknya jangan alergi memberikan insentif kepada operator. Sebab, operator meski pendapatannya terus menurun akibat persaingan tarif, namun tetap menunaikan kewajibannya membayar Biaya Hak Penggunaan (BHP) telekomunikasi yang terus naik.

"Revenue Telkomsel naik cuma sedikit tapi BHP naik 30%. Dengan revenue yang sedikit dan cost yang tetap besar ini berpengaruh terhadap re-investasi," jelasnya.

Flexi

Untuk mengatrol kembali penurunan pendapatan dari interkoneksi, salah satu langkah yang kemudian diambil Telkom ialah menggenjot penambahan jumlah pelanggannya lewat akses layanan telepon tetap nirkabel Flexi.

Untuk menggenjot jumlah pelanggan fixed wireless access (FWA) miliknya yang saat ini berjumlah 13 juta pelanggan, Telkom menawarkan empat produk nilai tambah sekaligus, yakni Flexi Dahsyat, Flexi Community, Flexi Add On, dan F-Kios.

"Kami menargetkan dengan adanya inovasi baru ini, jumlah pelanggan kami akan menjadi 16,5 juta pelanggan sampai akhir tahun," ungkap Vice President Public and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia, di lain kesempatan.

Menurutnya, saat ini masyarakat telah menjadikan telepon tidak hanya untuk berkomunikasi melalui suara tetapi juga telah menjadikan telepon sebagai sahabat dalam berbagai aktivitas.

"Berdasarkan pengalaman dan riset, sebagian besar pelanggan Flexi ternyata menggunakan telepon Flexi untuk berbagai aktivitas. Value added services yang kami luncurkan hari ini tidak terlepas dari keinginan Telkom memberikan solusi
berkomunikasi," tandas Eddy.

(rou/ash)





Hide Ads