Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Tarif Turun, Seluler Bisa Bunuh FWA

Tarif Turun, Seluler Bisa Bunuh FWA


- detikInet

Jakarta - Di satu pihak, penurunan tarif bisa sangat menguntungkan pelanggan--meski kualitas juga kena imbas ikut turun. Namun, di lain pihak, penurunan tarif yang tanpa batas juga bisa membuat telepon fixed wireless access (FWA) bisa mati terbunuh seluler.

Hal ini dikhawatirkan Ketua Komite Tetap Bidang Telekomunikasi Johnny Swandi Sjam. Menurutnya, sebagai pemegang lisensi yang berbeda, seluler dan FWA tentunya memiliki hak dan kewajiban yang tidak sama.

"Namun, realita memaksa keduanya harus bersaing memperebutkan segmen pasar yang sama. Kondisi seperti ini tidak menguntungkan kedua belah pihak," keluhnya dalam acara 'Evaluasi Satu Tahun Beleid Penurunan Tarif' di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (29/4/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dijelaskannya, tarifΒ  seluler yang mengalami penurunan sangat tajam membuat diferensiasi dengan FWA menjadi berbeda tipis. Jika dibiarkan terus menerus ini bisa menekan pemain FWA karena seluler lebih unggul di bidang infrastruktur .
Β 
Menurut Pengamat Telematika Miftadi Sudjai, kalah bersaingnya FWA bukan karena penambahan kanal yang belum jelas dari regulator. Tetapi FWA sebenarnya adalah teknologi seluler yang dikerdili oleh regulasi, terutama dari sisi mobilitas.

"Hal yang lumrah penurunan tarif akan membuat pelanggan beralih ke seluler karena sifatnya nasional. Sebenarnya memisahkan teknologi dengan lisensi ini sudah tidak relevan karena industri menuju era fixed mobile convergence," jelasnya.

Berikutnya Johnny memaparkan, secara bisnis rate of return dari operator mulai tertekan akibat biaya akuisisi pelanggan meningkat. Hal ini akan memicu adanya operator yang berguguran akibat tidak mampu memenuhi skala ekonomis.

"Memang ada kenaikan trafik, tetapi tarif kan turun. Jadinya kemampuan meningkatkan kapasitas dan coverageΒ  mulai berkurang. Hal ini berbeda dengan sebelum beleid dikeluarkan dimana rate of return masih wajar sehingga operator bisa berkespansi," jelasnya lagi.

Fakta lain yang dipaparkan Johnny adalah perang harga di pasar memicu pemborosan blok nomor oleh operator sehingga tingkat pindah layanan semakin tinggi. "Jika dibiarkan blok nomor bisa habis mengingat ini adalah sumber daya alam terbatas," katanya.

(rou/faw)







Hide Ads