"Kami sudah memenangkan lisensi SLJJ pada akhir 2008 lalu. Tapi tak lama lagi kami akan membangun infrastruktur SLJJ. Jika sudah memiliki kode akses SLJJ, maka trafik lokal akan sepenuhnya dikelola oleh kami," kata Dirut Btel Anindya Bakrie usai peluncuran SLI 009 di Rasuna Epicentrum, Jakarta, Rabu (15/4/2009).
Btel sendiri menargetkan bisa meraih 20-30 persen pangsa pasar bisnis SLI yang mencapai Rp 3 triliun dalam 3-5 tahun ke depan sejak peluncuran clear channel sambungan internasional tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, Wakil Dirut Btel Bidang Pemasaran Erik Meijer mengungkapkan, untuk tahap awal interkoneksi dari jasa SLI milik Btel dibuka secara bertahap oleh dua penyelenggara SLI lainnya yakni Telkom dan Indosat.
"Telkom telah membuka interkoneksi di empat kota diantaranya Jakarta dan Surabaya. Sedangkan Indosat akan mulai membukanya pada minggu depan," katanya.
Menurut Erik, Telkom akan membuka secara bertahap mengingat operator tersebut memiliki banyak sentra gerbang internasional (SGI). Sedangkan Indosat masih harus menyesuaikan dulu dengan sistem penagihan tarif yang ditawarkan Btel.
"Ini karena Btel menawarkan jauh lebih murah dibanding yang tarif SLI operator lain.Kami membanting harga hingga 77 persen dibanding yang ditawarkan kompetitor," tandasnya.
(rou/wsh)