Dirut Btel Anindya Bakrie menjelaskan, nilai bisnis tersebut bisa diraih mengingat total bisnis SLI pada 2008 lalu mencapai Rp 3 triliun dengan trafik pemakaian 3 miliar menit per tahun.
"Kita berharap dalam waktu 3-5 tahun mendatang bisa menguasai pangsa pasar SLI 20-30 persen," ujarnya seusai peluncuran SLI 009 di Rasuna Epicentrum, Jakarta, Rabu (15/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Trafik 70 persen masih incoming dari luar negeri, sementara outgoing 30 persen. Namun, dalam lima tahun ke depan, tren trafik akan berubah. Outgoing akan lebih besar karena telepon ke luar negeri semakin murah," jelasnya lagi.
Btel sendiri dalam memasarkan SLI 009 menawarkan tarif khusus Rp 49 per detik untuk negara di Amerika Serikat dan negara-negara di Asia. Tarif tersebut diklaim lebih murah dari tarif SLI clear channel operator SLI lain, yakni Telkom dan Indosat.
Sementara, Btel dalam menggelar SLI baru membangun dua sentra gerbang internasional (SGI) di Jakarta dan Batam. Dalam waktu dua tahun ke depan, operator Esia dan Wifone itu akan membangun tiga SGI lagi di Medan, Makassar, dan Surabaya.
"Total investasi yang kami anggarkan untuk membangun seluruh infrastruktur SLI selama lima tahun sejak menang tender pada akhir 2007 lalu sebanyak 25 juta dolar," tandas Anindya.
(rou/ash)