Seminggu sudah iPhone 3G dijual resmi oleh Telkomsel di Bandung. Namun rupanya penjualannya tidak seheboh seperti saat peluncuran pertama kali di Jakarta.
Hanya sekitar 300-an unit iPhone yang terjual sampai saat ini. Beda dengan Jakarta yang menembus angka dua ribu unit per hari saat launching.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengakui penjualan iPhone 3G di Bandung tidak sebanyak di Jakarta. "Total penjualan mulai dari launching di Hotel Hilton Bandung hingga hari ini mencapai 300-an unit," ujarnya.
Daniel pun berkilah, banyak faktor yang menyebabkan penjualan iPhone 3G di Bandung kurang laku. Salah satunya adalah edukasi tentang kehebatan fungsi iPhone 3G kepada masyarakat.
Oleh sebab itu, lanjutnya, Telkomsel pun coba mengedukasi masyarakat Bandung dengan menggelar pameran tentang iPhone 3G di atrium Bandung Supermal (BSM) selama satu minggu.
"Selain promosi, kita edukasi juga ke masyarakat. Karena banyak masyarakat yang belum tahu persis tentang iPhone 3G. Kita coba melayani lebih dekat lagi ke masyarakat. Kita jemput bola," kata pria yang sering dipanggil Ustadz oleh rekan kerjanya.
Senada dengan Daniel, Manager Service Management Telkomsel Jabar Riri Amalas Yulita juga mengatakan Telkomsel tidak semata jualan iPhone, tapi juga harus mengedukasi masyarakat mengenai gadget tersebut.
"Kita belajar dari tiga hari pertama penjualan di Bandung. Aneh-aneh atitude pelanggan. Ada yang bolak-balik ambil brosur, ada pula yang langsung beli lebih dari satu unit buat anak-anaknya. Pelanggan ada yang sudah teredukasi dengan baik dan tidak. Itu sebabnya harus ada exhibition. Sehingga orang banyak orang yang paham buat apa beli iPhone 3G," paparnya.
Menurut Mommie, demikian Riri biasa dipanggil, hal tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab Telkomsel untuk melakukan edukasi terhadap masyarakat. "Bukan hanya jualan saja tapi juga mengedukasi masyarakat. Banyak hal yang bisa di-create dan dilakukan oleh iPhone 3G, lho," tandasnya.
(rou/rou)