"Tahun 2009 kelihatan peningkatan komplain. Kita lihat demand besar tapi Indosat sebagai induk dari IM2, infrastrukturnya tidak bisa mengejar demand yang ada," ujar Direktur Operasional PT Indosat Mega Media (IM2) Imron Harun usai syukuran
peresmian IBS di Kedai Nyonya Rumah, Bandung, Selasa (7/4/2009).
Kondisi seperti itu, imbuhnya, membuat banyak red zone atau daerah yang padat trafiknya. Menurutnya, berdasarkan survei yang dilakukan, market broadband di Indonesia pertumbuhannya tertinggi sedunia. Sedangkan operator yang menyediakan
jasa layanan broadband sangat terbatas.
"Antara demand dan supply jauh tidak seimbang. Indosat tahun ini konsentrasi ke pengembangan jaringan 3G. Bahkan setiap hari Rabu, saya rapat dengan direktur network Indosat untuk membahas bagaimana kualitas jaringan. Kita serius memperbaiki kualitas," tukas Imron.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bandung top rank. Dari 270 ribu pelanggan IM2 saat ini, kurang lebih 50 ribu pelanggan kami di Bandung. Bandung nomer 2 setelah Jakarta. Ini komitmen untuk perbaikan karena banyak keluhan," ujarnya.
IBS sendiri merupakan kerjasama IM2 dengan mitra dealer IM2. Mulai dari informasi produk, penjualan, hingga pengaduan gangguan teknis. Keempat IBS tersebut berada di Bandung Electronik Center (BEC) lantai 3 B, Miko Mall Kopo lantai 1, Ruko Sentrasari Mall II A 8 dan Ruko Jalan Karapitan no 87.
"Kita ingin wujudkan broadband anywhere dan ini karena komitmen dengan mitra. Pemilihan lokasi yang mudah dijangkau sehingga bisa menjadi support pelanggan kami," pungkas Abu.
(afz/ash)