Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
'Banjir SMS Pemilu Bisa Lebih Parah dari Lebaran'

'Banjir SMS Pemilu Bisa Lebih Parah dari Lebaran'


- detikInet

Jakarta - Perhitungan suara secara cepat (quick count) dan sistem pelaporan KPU, Panwaslu dan para partai politik yang banyak mengandalkan komunikasi seluler terutama SMS, dinilai berpotensi mengakibatkan bottle neck.

Demikian dikhawatirkan M. Salahuddien, Wakil Ketua Indonesia Security Incident Responses Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII) kepada detikINET menyoroti kesiapan layanan telekomunikasi menyambut hari H Pemilu 2009.

Apalagi jika operator tidak memiliki kesiapan lonjakan trafik. Mau tak mau jaringan komunikasi di layanan mereka terancam tersendat. "Ini lebih parah dari lebaran, lah lebaran cuma 1 kali kirim, kalo ini berkali-kali, setiap ada perubahan perhitungan akan dilaporkan terus-menerus," ujar Didin, begitu ia biasa disapa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lonjakan trafik komunikasi ini diprediksi Didin paling tidak bakal terjadi selama libur panjang atau dalam kurun waktu 9-12 April 2009. Yaitu ketika quick count beraksi, maka banjir SMS dan percakapan ini akan terjadi.

"Serbuan SMS ini terjadi dari daerah ke pusat, karena pelaporannya dari tiap TPS (Tempat Pemungutan Suara). Ada berapa ribu TPS di seluruh indonesia? Ada berapa tim sukses partai, caleg, DPD?" tukasnya. (ash/fyk)







Hide Ads