"Kita lihat dulu respon pasarnya," dalih Kepala Pemasaran dan Merek Indosat, Teguh Prasetya, kepada detikINET, Rabu (18/3/2009). "Masalahnya sudah setahun yang lalu hype-nya. Ya, let's see later, lah," ia kembali beralasan.
Indosat sendiri, kata Teguh, telah membuat perjanjian rahasia alias non-disclosure agreement (NDA) dengan Apple Inc selaku pemilik gadget iPhone 3G. "Kita sudah NDA sejak tahun lalu," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti biasa, entah apa karena kurang yakin juga, Indosat memang selalu datang belakangan untuk urusan inovasi layanan maupun produk yang sifatnya high cost. Misalnya saja saat peluncuran 3G, tiga tahun lalu.
Di saat dua pesaing utamanya, Telkomsel dan Excelcomindo (XL), berlomba dulu-duluan menghadirkan layanan, Indosat dengan santainya hadir paling akhir, beberapa bulan kemudian. Namun, Indosat mengklaim jaringannya paling bagus dan lengkap karena tak cuma menghadirkan 3G, tapi langsung ke 3,5G HSDPA.
Memang, dibanding pesaingnya yang lain, jaringan broadband 3G Indosat paling banyak diminati. Jumlah pelanggan mobile broadband Indosat, lewat modem IM2, bahkan mengungguli pesaingnya hingga dua kali lipat.
Indosat kini memiliki 500 ribu pelanggan untuk mobile broadband IM2. Sementara Telkomsel baru memiliki 250 ribu pelanggan Flash, dan XL 'cuma' 35 ribu pelanggan datacard. Namun sayangnya, kesuksesan meraih banyak pelanggan juga disertai konsekuensi menurun drastisnya performa jaringan, yang kemudian menuai banyak protes.
"Ya, mau bagaimana lagi. Kita sudah coba dengan tambah seribu node B (base station 3G), tapi kalau frekuensinya masih kurang, ya tidak akan membantu banyak," jelas Teguh, beberapa waktu lalu. "Idealnya, pemerintah memberikan penambahan frekuensi dengan harga yang tidak terlalu mahal agar tarif internet bisa turun." (rou/ash)