"Sebagai incumbent telekomunikasi, Telkom memang harus melakukan efisiensi dan efektivitas operasional agar mampu memenangkan persaingan," jelas Eddy melalui keterangan tertulisnya, Senin (16/3/2009).
Merasa perlu 'diet ketat', Telkom pun secara halus mulai meminta pegawainya secara sukarela mengambil pensiun dini agar 'berat ideal' perusahaan tercapai. Telkom sendiri menyiapkan dana Rp 750 miliar, yang diambil dari belanja modal tahun ini (total US$ 2,5 miliar), untuk memuluskan upaya perampingan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Eddy, selain agar lebih lincah dalam kompetisi telekomunikasi yang kian tajam, penawaran pensiun dini sekaligus bertujuan untuk memberi kesempatan kepada karyawan Telkom untuk mengembangkan potensi dirinya di luar perusahaan dengan kompetensi masing-masing.
"Program ini akan terus dilakukan hingga 2011 dan diseleraskan dengan kondisi perusahaan hingga dicapai jumlah karyawan yang ideal. Tetapi, intinya, karyawan kami tawarkan secara sukarela tanpa ada paksaan," tandas Eddy.
Di samping pensiun dini, pengurangan karyawan juga dilakukan melalui pensiun reguler. Pada 2009 ini, karyawan Telkom yang memasuki masa pensiun secara alamiah sekitar 700 orang. Rata-rata pensiun reguler dari 2005 hingga 2009 mencapai 500 orang. (rou/wsh)