Setyanto akhirnya didapuk sebagai Ketua Umum periode 2009-2012 setelah berhasil mengalahkan lima kandidat lainnya secara alot di acara Munas VI yang berlangsung di gedung Indosat, Jakarta, Rabu malam (11/3/2009).
Meski harus sampai dua kali putaran, namun tanda-tanda kemenangan sudah jelas terlihat kala pria kelahiran Gombong, Jawa Tengah, 62 tahun lalu ini mengungguli perolehan surat suara di putaran pertama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemilihan putaran pertama yang dipimpin Mas Wigrantoro Roes Setyadi ini sempat berlangsung alot. Bukan meributkan suara terbanyak, namun hasil imbang yang diperoleh suara terendah. Hasil ini sempat ingin dikocok ulang sebelum Srijanto Tjokrosudarmo lantang menolak dan meminta kedua pihak yang memeroleh suara terendah untuk mundur secara legowo.
Alhasil, putaran kedua pun bisa dilanjutkan. Dengan surat suara yang menyusut jadi 195 dari sebelumnya 204, lagi-lagi Setyanto unggul. Namun kali ini lebih besar dari sebelumnya. Ia berhasil mendulang 82 suara, sementara Sylvia pesaing terdekatnya hanya berhasil mendapatkan 64 suara.
Perolehan terendah diterima mantan dirut Telkomsel Koesmarihati dengan 11 suara. Sementara, Tjahjono Soerjodibroto yang mantan dirut Indosat ini berhasil lebih banyak menjaring dukungan dengan perolehan 38 suara.
Setyanto sendiri mengakui pemilihan dirinya sebagai ketua umum yang baru tak lain demi memperbaiki citra Mastel yang dianggapnya terus menurun belakangan ini. "Saya ingin citra Mastel kembali terangkat sebagai mitra kerja pemerintah di bidang telematika," ujarnya ketika ditemui detikINET, usai acara malam ini.
Dalam minggu ini, ia bersama anggota formatur akan segera membentuk tim kepengurusan untuk agenda 2009-2012. Fokus utama yang akan dikerjakan asosiasi seluruh industri telematika ini ialah perubahan roadmap UU Telekomunikasi 36/1999 ke arah konvergensi. "Industri teknologi informasi telekomunikasi sudah saatnya digabung dengan industri penyiaran," tandas Setyanto. (rou/wsh)