Set top box adalah perangkat tambahan untuk menerima sinyal digital yang dipancarkan sistem transmisi stasiun TV yang menggunakan teknologi Digital Video Broadcasting Terrestrial (DVB-T).
Perangkat ini kemudian akan mengkonversikan siaran menjadi sinyal analog agar dapat diterima oleh jenis televisi dengan sistem NTSC, PAL, dan SECAM, yang saat ini dimiliki oleh mayoritas masyarakat Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mudah-mudahan September mendatang sudah bisa diluncurkan setelah rampung diuji coba mulai Maret ini," ujarnya usai penandatanganan kerjasama konsorsium dengan penyedia perangkat set top box di SCTV Tower, Senayan City, Jakarta, Selasa (3/3/2009).
Konsorsium ini kemudian menunjuk PT Hartono Istana Teknologi (HIT) selaku perusahaan yang akan memproduksi perangkat set top box. Perangkat yang dinamakan Polytron DVB ini telah dipasarkan di kawasan Jabodetabek sejak Februari tahun ini dengan harga Rp 425 ribu.
"Kami tentu memproduksi lebih banyak karena tiap bulannya kami menargetkan bisa terjual lima ribu unit. Ini demi mengantisipasi lonjakan permintaan saat launching September," ungkap Santo Kadarusman, Relationship Marketing Manager HIT kepada detikINET.
Freddy sendiri menilai harga Rp 425 ribu yang ditawarkan ke masyarakat masih terlalu mahal. Namun ia yakin harga akan cenderung turun seiring meningkatnya permintaan masyarakat.
Dari 230 juta jiwa penduduk Indonesia, kata Freddy, 50 juta diantaranya sudah memiliki terjangkau siaran TV. Ia memperkirakan 75 persen diantaranya atau sekitar 30-40 juta dari penduduk sudah memiliki perangkat TV. "Saya rasa dalam tiga tahun ke depan perangkat set top box akan terserap 30-40 juta unit," ujarnya.
Ujicoba siaran digital, seperti dicanangkan pemerintah, akan usai tahun ini sejak digelar tahun lalu (2008-2009). Kemudian sampai 2012, siaran digital memasuki taraf sosialisasi sekaligus pemberian izin penyelenggara TV digital.
Mulai 2013 hingga 2016, implementasi siaran digital memasuki taraf perluasan cakupan di kota-kota besar dan sekitarnya. Lalu, tahun berikutnya masuk ke pelosok. Kemudian sampai akhirnya 2018 tayangan analog akan dihentikan secara nasional.
Freddy sendiri memperkirakan tak sampai 2018 siaran digital menjangkau seluruh penduduk Indonesia, namun di 2016. Percepatan dua tahun lebih awal karena menurutnya dipicu dua hal.
"Pertama karena seluruh TV yang beredar di pasaran hanya TV digital. Dan kedua, stasiun TV juga akan mulai menginvestasikan seluruh perangkatnya untuk siaran digital sekaligus sebagai peremajaan dari perangkat analog," pungkasnya.
(rou/wsh)