Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
1000 Node B untuk 1001 Keluhan 3G

1000 Node B untuk 1001 Keluhan 3G


- detikInet

Jakarta - Penambahan seribu titik infrastruktur node B yang baru rampung dibangun Indosat pada April 2009 mendatang, diharap bisa jadi jalan keluar sementara atas buruknya performa jaringan 3G, khususnya mobile broadband IM2.

Direktur Indosat Guntur S Siboro mengakui memang ada masalah pada kapasitas jaringan 3G miliknya. Dengan 1500 unit node B yang ada cuma sanggup menampung hingga kapasitas 350 ribu pelanggan broadband.

"Apalagi setiap minggunya total trafik penggunaan bandwidth yang keluar masuk mencapai 100 terrabit," ujarnya kepada detikINET di kantor pusat PT Indosat, Jakarta, Selasa (24/2/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun tetap saja hal itu tidak bisa dijadikan alasan. Guntur berjanji akan menampung dan mencari jalan keluar atas semua keluhan pelanggan, khususnya yang masuk melalui email redaksi@detikinet.com. "Kami terus berupaya melakukan perbaikan di semua lini," ujarnya.

Teguh Prasetya, Group Head Brand Marketing Indosat, menambahkan dengan total 2.500 unit node B, secara teori akan meningkatkan kapasitas internet broadband hingga tiga kali lipat dari yang ada saat ini. "Realistisnya mungkin cuma dua kali lipat."

Teguh juga mengatakan, pihaknya tengah berupaya mengurangi kepadatan jaringan (dekongesti) dengan menambah kanal di tiap sel node B yang ada di area padat trafik. Dari 32 kanal menjadi 128 kanal yang bisa dipakai secara bersamaan.

"Meski sebenarnya area padat cuma 20 persen dari total node B kami, namun penambahan node B baru tetap akan dilakukan di area tersebut untuk menutup celah sementara waktu," jelasnya.

Cuma sementara waktu, karena menurut Teguh, kapasitas pelanggan yang bisa dilayani maksimal cuma 500-600 ribu pelanggan dengan solusi alternatif penambahan node B baru. "Sementara saat ini pelanggan broadband kami sudah 350 ribu, dimana tiap bulannya tumbuh 50 ribu. Itupun sudah kami tekan dengan cara berjualan secara pasif di area yang belum padat trafik."

Artinya, 3G Indosat memang tinggal menunggu waktu. Jika penambahan infrastruktur sudah tidak memungkinkan lagi untuk melayani pelanggan, maka menurut Teguh alternatif lainnya cuma menambah frekuensi. "Teknologi tetap ada batasnya. Ibaratnya busway, percuma saja armada bus-nya ditambah kalau koridornya tetap satu jalur."

Kalau memang jalur frekuensinya bisa ditambah 5 MHz lagi (jadi 10 MHz), kata Teguh, Indosat berani menjanjikan bandwidth 21 mbps untuk download dan 10 mbps untuk upload. Ini katanya bisa direalisasikan menggunakan teknologi HSPA+.

"Itu baru namanya the real broadband connection. Tapi idealnya, frekuensi broadband itu 15 MHz. Kalau itu bahkan, per user berani kami jamin bisa download 48 mbps dan upload 21 mbps," tandasnya. (rou/faw)







Hide Ads