Analis Pasar Modal Kecewa Akses 3G

Analis Pasar Modal Kecewa Akses 3G

- detikInet
Senin, 23 Feb 2009 17:39 WIB
Jakarta -
Dari sekian banyak email keluhan terhadap buruknya kinerja akses 3G, terselip satu nama yang cukup sohor di kalangan bursa, yakni Felix Sindhunata. Apa saja yang dikeluhkan analis pasar modal ini? 

Simak cuplikan email yang dikirimkan Felix Sindhunata, seorang analis pasar modal yang cukup ternama ke redaksi@detikinet.com, Senin (23/2/2009).

"Pekerjaan saya sebagai analis pasar modal mengharuskan saya untuk selalu mengikuti perkembangan pasar global dimanapun dan kapanpun saya berada. Berikut adalah kekecewaan saya berlangganan IM2.
 
Saya cukup kecewa dengan layanan IM2, dan terus terang IM2 saya hampir tidak ada gunanya sama sekali.

Tidak ada pemberitahuan dari pihak indosat pada saat mendaftar dulu apabila saya menggunakan IM2 di atas lantai 12 koneksi akan bermasalah dan saya akan memperoleh sinyal pantul. 

Pertanyaan saya ke IM2 apakah saya harus turun ke ground floor terlebih dahulu untuk melakukan koneksi? Ataukah saya harus menari-nari di lantai 37 untuk mencari sinyal pantul seperti yang dianjurkan oleh staff di customer service (CS)?

Berulang kali saya adukan masalah ini ke CS dan jawabannya klasik dan selalu sama, optimalisasi kualitas sampai Lantai 12. Di atas itu harus cari sinyal pantul. 

Ok, saya berusaha untuk paham dengan kendala teknis ini, tetapi saya mencoba melakukan koneksi di Bandung sulit sekali terkoneksi dengan jaringan IM2. Saya coba di pelataran parkir di depan kantor Indosat di Wisma Antara, kualitasnya pun buruk sekali untuk harga layanan senilai Rp. 388,000 per bulan.
 
Memang saya akui, pada saat saya berlangganan pertama, kalau tidak salah tahun 2007, koneksi IM2 termasuk yang saya banggakan. Dan saya dengan mudahnya bercerita ke rekan-rekan saya seberapa luar biasa kecepatan dari IM2. 

Sekarang, penyesalan dan kekecewaan saya berlangganan IM2 adalah pembayaran bulanan tanpa saya bisa memanfaatkan layanan ini secara optimal. Dan saya membuang uang hasil keringat saya untuk sesuatu hal yang hampir tidak ada gunanya. 

Untuk informasi, sambungan IM2 di apartemen saya jauh lebih lambat dari dial-up yang terkenal lambat itu. Sekedar informasi juga, saya berlangganan sambungan internet lainnya dengan tagihan yang lebih murah, tanpa terikat kontrak saya memperoleh speed berpuluh-puluh kali lebih cepat dari IM2. 
 
Anda bisa bayangkan apabila masalah ini terjadi atas diri anda. Tagihan sebesar IDR 388 ribu per bulan adalah sesuatu yang sangat mahal untuk kualitas koneksi dan keterbatasan layanan yang saya terima. 

Sangat sulit untuk menghubungi CS IM2. Kesulitan dalam menghubungi CS IM2 sebenarnya menunjukan kualitas dari Im2 itu sendiri. Dengan kondisi ini saya akhirnya menutup layanan IM2 per tanggal 21 Februari lalu. Selamat tinggal IM2, terima kasih telah membebani saya selama ini."



(rou/wsh)