"Sekarang ini kami tengah mencari solusi untuk menutupi kekurangan US$ 30 juta itu," kata Menkominfo Mohammad Nuh usai jumpa pers di Gedung Depkominfo, Jakarta, Senin (16/2/2009).
Menurutnya, ada dua kemungkinan untuk menutupi kekurangan tersebut. Pertama, pembebasan pajak bea masuk impor perangkat infrastruktur Palapa Ring. Kedua, mencari pinjaman dari negara lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Gatot, surat pengajuannya sudah masuk ke Depkeu sejak Januari. "Sampai saat ini belum di-approve. Tapi kemungkinan tak lama lagi karena Depkeu memprioritaskan insentif pajak untuk infrastruktur, termasuk sektor telekomunikasi," tandasnya.
(rou/ash)