Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
'BlackBerry Bukan Arena Perang Tarif'

'BlackBerry Bukan Arena Perang Tarif'


- detikInet

Jakarta - Arena BlackBerry dijanjikan tak akan menjadi arena perang tarif operator seluler. Pasalnya, pasar BlackBerry dianggap sebagai pasar high-end.

Hal itu dikatakan Teguh Prasetya Mulya, Kepala Pemasaran dan Brand Indosat di sela peluncuran BlackBerry Branded Outlet by Indosat yang dilakukan di FX Plaza, Jakarta, Selasa (20/1/2009). "Karena ini pasar high-end. Orang yang berlangganan BlackBerry biasanya dari kalangan yang mampu," tukasnya.

BlackBerry pun lekat dengan kesan eksklusif, buktinya Research In Motion (RIM) selaku produsen BlackBerry masih tetap mempertahankan skema penjualan BlackBerry melalui operator.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adele Beachley, Regional Director RIM Asia Pasifik, mengatakan BlackBerry masih akan eksklusif kerjasama dengan operator. "Di Indonesia kami kerjasama eksklusif dengan tiga operator dan satu distributor, Trikomsel," ujarnya di acara yang sama.

Hingga kuartal ketiga 2008, Adele mengatakan, BlackBerry telah mencapai 21 juta pelanggan global. "November dan Desember itu kami menambah 2,6 juta pelanggan. Jadi pada akhir 2008, kami sudah 23,6 juta pelanggan," ujarnya.

Indonesia, ujar Beachley, adalah salah satu pasar utama BlackBerry karena pertumbuhannya yang besar. Namun ia mengaku belum bisa memberikan angka rinciannya karena belum mendapatkan laporan.

Namun menurut Teguh, di Indonesia ada sekitar 70.000-80.000 pengguna BlackBerry. Dari jumlah itu, 55-57 persennya diklaim oleh Teguh sebagai pelanggan Indosat.

Di saat yang sama Indosat meluncurkan BlackBerry Curve 8900 serta BlackBerry Pearl Flip 8220. Dalam hal ini Indosat adalahΒ  mitra resmi pertama yang meluncurkannya di Indonesia. (wsh/wsh)





Hide Ads
LIVE