Meski pelanggan layanan data 3G Axis baru berkisar seribu nomor, namun Natrindo Telepon Seluler selaku operatornya, sudah merasa lebar frekuensi yang ditempatinya kian sempit.
Demikian klaim Erik Aas, Presiden Direktur Natrindo Telepon Seluler. "Masalah pencabutan frekuensi itu isu lama. Frekuensi yang kami duduki sekarang juga sudah maksimal, malah terasa kurang karena kami semakin gencar untuk ekspansi suara dan data. Kami juga ingin tambah frekuensi jika memungkinkan."
Natrindo Axis pada awal kehadirannya di Indonesia memang sering dikritisi karena kurang memaksimalkan frekuensi yang dimiliki. Mengantungi lisensi frekuensi 3G selebar 15 MHz sejak 2004, Axis bahkan terancam dicabut izin penyelenggaraannya jika waktu itu tak segera memenuhi komitmen lisensi modern.
"Sudah tidak relevan jika masih membicarakan hal ini [pencabutan frekuensi]. Sebab, tahun ini kami akan mengalokasikan sepertiga dari base stations yang kami bangun untuk ekspansi 3G," sanggah Erik.
Natrindo Axis berencana membangun tiga ribu unit BTS di 2009 ini. Melengkapi pembangunan tahun sebelumnya yang juga dengan jumlah yang sama.
Erik pun menegaskan, meski pelanggan 3G hanya berkisar seribu, namun trafik data per hari yang diraih bisa mencapai 6 juta megabit. "Friendster masih yang nomor satu dikunjungi dengan hit 2,4 juta per hari," tandasnya.
(rou/rou)