Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Menara Pemancar Diminta Tahan Bencana

Menara Pemancar Diminta Tahan Bencana


- detikInet

Jakarta - Badan Meteorologi dan Geofisika memperkirakan adanya kondisi cuaca yang tidak stabil di sejumlah daerah pada akhir bulan ini serta Januari dan Februari 2009. Tingginya gelombang laut, angin puting beliung, tanah longsor dan banjir besar dikhawatirkan terjadi.

Terkait hal itu, Departemen Komunikasi dan Informatika pun menghimbau dan mengingatkan kepada para penyelenggara telekomunikasi, siaran televisi dan siaran radio untuk melakukan antisipasi terhadap kemungkinan robohnya menara akibat cuaca ekstrim tersebut.

Kepala Humas dan Pusat Informasi Depkominfo Gatot S. Dewa Broto mengatakan, persentase robohnya menara pamancar memang masih dalam taraf relatif sangat kecil, namun tak bisa dipungkiri juga beberapa kejadian pernah terjadi dan bahkan menelan korban jiwa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Himbauan ini sendiri dipublikasikan berkenaan dengan terjadinya angin puting beliung pada 28 Desember 2008 yang merobohkan menara milik stasiun televisi Padang TV. "Menara itu baru selesai didirikan dua bulan lalu. Sebagian konstruksi menara yang roboh jatuh di rel kereta api dan merusak kabel komunikasi milik kereta api," tutur Gatot.

Meskipun kemungkinan ancaman roboh tetap ada, sejauh ini para penyelenggara telekomunikasi, siaran televisi dan siaran radio, baik untuk menara 4 kaki ataupun 3 kaki yang diperkuat dengan tali pancang maupun pipa besi tunggal berdiameter cukup besar, dianggap sudah cukup hati-hati dalam menggunakan menaranya.

Hal tersebut dilihat baik dari aspek keamanan konstruksi, kualitas material maupun perawatan rutinnya. Bahkan beberapa diantaranya telah diasuransikan seandainya kemungkinan terburuk terjadi.

"Namun jangan sampai ketika kejadian (bencana-red.) sudah terjadi, kami dibilang tidak pernah mengingatkan," imbuh Gatot kepada detikINET, Selasa (30/12/2008).

Selain itu, lanjutnya, mengingat terkadang sering muncul resistensi dari sebagian warga dan bahkan Pemda sekalipun, maka para penyelenggara telekomunikasi, siaran televisi dan siaran radio tersebut diminta juga untuk tidak henti-hentinya melakukan sosialisasi secara rutin.

"Karena isu keberadaan menara tersebut ada saja yang dikaitkan dengan masalah kelaikan dengan tata kota, radiasi, kesehatan, kemungkinan roboh atau juga masalah kesenjangan atau distribusi sosial ekonomi," pungkasnya. (ash/fyk)







Hide Ads