Dukungan ini sebagai bentuk dorongan agar pengguna jasa satelit di Indonesia lebih memilih menggunakan transponder milik satelit domestik.
Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo Gatot S Dewa Broto tak memungkiri lebih murahnya transponder milik satelit asing yang jadi penyebab mengapa perusahaan pengguna jasa satelit di Indonesia kurang meminati transponder lokal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan kewajiban membayar BHP, landing right, serta bertambahnya satelit baru selain Telkom dan Indosat, membuat persaingan harga transponder jadi semakin menarik," ujarnya pada detikINET di gedung Depkominfo, Jakarta, Rabu (19/11/2008).
Di kesempatan ini, Menkominfo Mohammad Nuh hadir langsung untuk menyatakan dukungannya terhadap peluncuran satelit Indostar II yang rencananya mulai mengorbit 17 Maret 2009 mendatang. Nuh bersama Dirjen SKDI Freddy Tulung belum lama ini terbang ke Los Angeles, untuk melihat langsung proses pembuatan satelit tersebut.
Satelit Indostar II yang menelan biaya US$ 300 juta ini merupakan pengganti satelit Cakrawarta yang segera habis masa orbitnya. Selain digunakan untuk kepentingan Indovision, transponder satelit ini juga akan disewakan secara komersial ke sejumlah negara selain Indonesia.
(rou/ash)