Pada 2008, Natrindo Telepon Seluler selaku pemilik lisensi Axis, menganggarkan belanja modal (capex) sampai US$ 1 miliar. Namun untuk di 2009 nanti, operator GSM ini memperkirakan bakal memangkas angarannya.
Ben Soppitt, Head of Corporate Strategy & Business Development Axis mengatakan,
penurunan capex tersebut diprediksi mencapai 20 persen. Dari yang sebelumnya US$ 1 miliar di 2008 menjadi sekitar US$ 800 juta untuk 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasalnya, lanjut Ben, untuk 2009 nanti biaya untuk pengembangan jaringan yang
dilakukan Axis diperkirakan tak bakal sebesar ketika 2008. Jadi, belanja modal
perusahaannya agak dikurangi di tahun depan.
Sampai akhir tahun 2008, Axis menargetkan untuk membangun hingga sekitar 3000 unit base transceiver station (BTS). Sementara saat ini, mereka baru memiliki sekitar 2000 BTS yang tersebar di 90 kota seperti di Pulau Jawa, Bali, Lombok, Medan hingga Kepulauan Riau.
"Untuk 2009 kami juga bakal membangun 3000 BTS tambahan. Ekspansi akan dilakukan ke daerah-daerah yang kami sudah ada serta merambah area baru," tukas Bob.
Axis secara mayoritas dimiliki oleh Saudi Telecom Company dan Maxis Communications. Bersama-sama, kedua perusahaan ini telah melayani lebih dari 45 juta konsumen dengan beroperasi di 9 negara.
Β
(ash/rou)