Hal ini sudah mulai terjadi di Amerika Serikat (AS). Menurut periset Chetan Sharma Consulting, pemasukan dari penjualan paket data di AS mencapai US$ 8,2 miliar pada kuartal kedua 2008 lalu, atau sekitar 21% dari total pendapatan layanan nirkabel operator.
Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, pendapatan dari paket data hanya US$ 5,85 milyar, atau 17% dari total penggunaan layanan semisal untuk koneksi internet bergerak, pesan instant (IM), maupun teleponi berbasis internet (VoIP).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat potensi penjualan paket komunikasi data yang kian berkembang, Nimbuzz yang merupakan penyedia aplikasi ponsel untuk pesan instan dan teleponi internet (VoIP), langsung mendekati operator seluler untuk bekerjasama.
Setelah mengajak 17 mitra globalnya untuk berafiliasi, Nimbuzz juga tengah menjajaki kerjasama dengan sejumlah operator seluler di Indonesia untuk menggarap pasar komunikasi data untuk ponsel.
CEO Nimbuzz, Evert Jaap Lugt melihat Indonesia sebagai salah satu pasar potensial Nimbuzz.
"Dengan pertumbuhan pengguna Nimbuzz sebesar 30% di Indonesia pada semester lalu, mendorong kami untuk menciptakan program yang lebih baik lagi untuk calon rekanan operator seluler Indonesia," tandasnya. (rou/rou)