Konsorsium Palapa Ring yang semula memiliki tujuh anggota, kini tinggal menyisakan empat perusahaan telekomunikasi. Akibatnya, biaya yang tadinya dianggarkan US$ 245 juta, pun ikut menyusut jadi US$ 180 juta.
"Sebagai jalan keluar, kami terpaksa harus memangkas jalurΒ serat optik Palapa Ring. Tapi tetap akan diupayakan supayaΒ hasilnya maksimal," kata juru bicara konsorsium Palapa Ring, Rakhmat Junaedi kepada detikINET, Selasa (27/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setiap cincin nantinya akan meneruskan akses frekuensi pita lebar (BWA/Wimax) dari satu titik ke titik lainnya di setiap kabupaten. Akses tersebut akan mendukung jaringan seratΒ optik pita lebar berkecepatan tinggi dengan kapasitas 300 GbpsΒ hingga 1.000 Gbps di daerah tersebut.
Megaproyek ini semula diperkirakan bakal menelan biaya sekitar US$ 245 juta. Ini untuk membangun infrastruktur serat optik bawah laut (submarine cable) sepanjang 35.280 kilometer dan serat optik bawah tanah (inland cable) 21.708 kilometer.
Semula, proyek tersebut akan digarap tujuh perusahaan yang tergabung dalam satu konsorsium Palapa Ring. Namun seiring berjalannya waktu, satu persatu anggotanyaΒ berguguran. Sejalan dengan hal itu, anggaran pun otomatis ikut menyusut.
Rakhmat tak bisa memerkirakan panjang serat optik yang bakal dipangkas agar Palapa Ring tetap optimal dengan biaya US$ 180 juta. Ia hanya menyebutkan, mayoritas biaya US$Β 90 juta akan diperoleh dari PT Telkom Tbk. Sementara, PTΒ Indosat Tbk, PT Excelcomindo Pratama Tbk, dan PT Bakrie Telecom Tbk, masing-masing US$ 30 juta.
"Meskipun anggaran menyusut dengan mundurnya Powertek, kami tetap harus berterimakasih karena semua jadi jelasΒ sekarang. Tender pengadaan jaringan bisa segera digelar," pungkasnya.
Β
(rou/dwn)