Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
SinemaIndonesia.multiply.com
Menyorot Sinema Lokal Tanpa Menjadi Filsuf
SinemaIndonesia.multiply.com

Menyorot Sinema Lokal Tanpa Menjadi Filsuf


- detikInet

Jakarta - Haruskah setiap ulasan film dilampiri dengan kutipan filsuf ternama seperti Nietzsche atau Marx? Perlukah mengulas film melulu dengan bahasa akademis? Bagaimana jika film diulas secara jujur, blak-blakan, dan lucu? Agaknya yang terakhir itu yang ingin dicapai oleh para pengulas independen dalam blog SinemaIndonesia.multiply.com. Mereka adalah Ferry Siregar dan Dodi Mahendra, dengan didampingi 'bintang tamu' Nanda Meilani. Apa isi SinemaIndonesia? Mungkin kata-kata para pengelolalnya akan lebih tepat untuk menjelaskan: Di sini anda akan menemukan review dan berita tentang film Indonesia. Jangan kuatir, anda tidak akan menemukan review yang terlalu akademis dengan kata-kata yang sulit dimengerti di sini. Kami juga tidak berteman dengan para review film yang merasa harus me-review film dengan selalu mengutip Nitche. Kami berharap bisa membuat review yang informatif dan lucu (benar, kita memang se-desperate itu). Dan biar penonton tidak selalu dibodohi oleh review-review di Kompas :)Seperti lazimnya halaman Multiply, SinemaIndonesia memiliki beberapa kategori. Nah, yang paling menarik dari SinemaIndonesia adalah halaman review. Di rubrik tersebut SinemaIndonesia seperti tak kenal belas kasihan mengkritik film Indonesia. Namun dengan gayanya yang penuh humor, agaknya akan sulit bagi pihak yang dikritik untuk tersinggung. Begini, misalnya, gaya Ferry mengulas film bertabur bintang 'Belahan Jiwa'. "Paling tidak, Belahan Jiwa akan diingat sebagai film di mana serombongan aktris-aktris papan atas Indonesia melakukan career suicide secara massal. Dan bunuh dirinya bukan sesederhana mengiris pergelangan tangan. Ini bunuh diri yang sangat menyakitkan. Misalnya dengan mengunyah puluhan paku payung, diikat lalu digelitikin selama setengah jam sampai lemes, dipaksa nonton sinetron selama 48 jam nonstop, dimasukkan ke dalam sebuah ruangan penuh dengan pembawa acara infotainment yang cara ngomongnya semua sama, dipangku sama Gus Dur, lalu diceburkan ke dalam kolam penuh ikan piranha."Kejam? Bisa iya bisa tidak. Tergantung seberapa besar selera humor Anda. Namun SinemaIndonesia tidak melulu menghabisi film-film karya sineas lokal yang ditonton mereka. Janji Joni, misalnya,mendapatkan empat bintang dan pujian yang wah dari pengulas di SinemaIndonesia. "Tapi itu masih membuatnya mendekati jenius, kalau dia di masa depan tidak berambisi untuk membuat sesuatu di luar jangkauannya pada saat itu --kesalahan yag sering dilakukan filmmaker Indonesia. Sejauh ini, ini adalah film Indonesia terbaik tahun ini, dan salah satu film terbaik di tahun manapun. Salut." Demikian pendapat Ferry soal Joko Anwar dan film karyanya: Janji Joni.Atau simak saat Dodi Mahendra memuji film Garin Nugroho bertajuk Rindu Kami PadaMu. "Penyutradaraan Garin sangat matang, justru saat dia tidak mempunyai ambisi untuk membuat sebuah film yang 'besar'."Nama Blog: Sinema IndonesiaAlamat Blog: http://sinemaindonesia.multiply.com/Blurb: -Hosting: Multiply.com (wicak/)






Hide Ads