Rabu, 03 Apr 2013 18:11 WIB

Cephas Photo Forum

Forum Diskusi Fotografi yang Lahir dari 'Kegelisahan'

- detikInet
Cephas Photo Forum (screenshot) Cephas Photo Forum (screenshot)
Jakarta - Cephas Photo Forum. Demikian namanya. Forum diskusi fotografi ini lahir dari 'kegelisahan' sejumlah fotografer akan langkanya ajang diskusi foto secara mendalam beberapa tahun lalu.

Dibidani oleh delapan fotografer muda, Cephas Foto Forum ini lahir di Yogyakarta, 2010 lalu. Forum ini mengajak siapapun untuk menilik geliat dunia fotografi di Indonesia dengan cara mereka sendiri.

"Tujuan kami membentuk forum diskusi ini karena saat itu belum banyak pembahasan foto secara kritis," tukas Kurniadi Widodo, co-founder Cephas Photo Forum kepada detikINET.

Cephas kerap menggelar forum diskusi secara off air di awal berdiri. Mereka juga sempat menggelar pameran foto.

Adalah Kelas Pagi Yogyakarta dan Langgeng Art Foundation Yogyakarta, beberapa nama yang sempat digandeng oleh Cephas Photo Forum untuk mengadakan acara fotografi.

Kini, ajang tersebut lebih difokuskan di internet. Dalam situs yang beralamatkan di cephasphotoforum.org, pengunjung diajak untuk menilik bagaimana penggiat foto menangkap makna dari sebuah karya, pameran fotografi dan berbagai aktivitas yang lekat dengan dunia ini, tak sekedar dari 'kulitnya' saja.
 
Menarik rasanya melongok 'isi' kepala para fotografer saat mereka melihat karya fotografer lain. Adapun nama Cephas Photo Forum sendiri diambil dari nama fotografer pribumi pertama Indonesia, Kassian Cephas yang tutup usia pada tahun 1912.

Dua postingan terbaru merupakan tulisan Kurniadi sebagai essay untuk pameran foto bertajuk Familiar Faces. Sebelumnya, fotografer Budi N.D. Dharmawan menuliskan perjalanan seorang Regina Safri dalam mewujudkan pameran foto berjudul Orangutan Rhyme and Blues di mana pameran ini dikurasi oleh Oscar Matuloh.


(sha/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed