"Ibu-ibu, siapa yang belum pernah mengakses internet?," tanya Onno. Lebih dari separuh peserta seminar yang merupakan Ibu-ibu PKK pun mengacungkan jarinya. Spontan, seluruh isi ruangan tertawa riuh.
"Nah, sekarang siapa yang anak-anaknya sudah rajin mengakses internet?" kata Kang Onno lagi. Lebih banyak dari separuh ibu-ibu tadi langsung unjuk jari lagi, tentu dengan tersenyum malu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari apa yang detikINET saksikan di acara itu, Onno dengan sabar mengajarkan ibu-ibu PKK tersebut mempelajari hal-hal positif di Internet. Misalnya, dalam hal pendidikan anak, seperti mengunduh contoh soal-soal UAN, software dzikir, memblokir situs porno, sampai menghindari hal-hal negatif yang ada di Facebook.
Sebagai pegiat open source, Onno juga sempat-sempatnya "memprovokasi" ibu-ibu ini agar tidak lagi menggunakan software berbayar dan beralih kepada aplikasi terbuka. Ia pun mendemokan beberapa software pendidikan anak usia dini berbasis open source seperti Tux Paint dan Tux Math yang memiliki ikon-ikon lucu.
Beberapa ibu-ibu sepertinya langsung tertarik. "Lucu ya bu, dan sepertinya gampang" bisik seorang ibu -- yang duduk di dekat detikINET -- kepada ibu-ibu PKK lainnya. Onno memang berharap penjelasannya soal dunia internet dapat menjadi informasi yang berguna bagi para "Ibu Kartini".
Β
(rou/rou)