Sabtu, 16 Des 2017 07:07 WIB

NASA dan Google Berhasil Temukan Tata Surya Baru

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Ilustrasi. Foto: NASA/W STENZEL Ilustrasi. Foto: NASA/W STENZEL
Jakarta - NASA mengumumkan temuan terbarunya bahwa terdapat sebuah sistem layaknya tata surya kita di belahan luar angkasa lain.

Penemuan yang menggunakan Kepler Space Observatory ini merupakan sistem bernama Kepler-90, terdiri dari delapan planet yang mengitari sebuah Bintang.

"Sistem ini merupakan sebuah versi mini dari sistem tata surya kita," kata Andrew Vanderburg, peneliti NASA, seperti dilansir detikINET dari Futurism pada Sabtu (16/12/2017).

"Mayoritas planet-planet yang berukuran kecil berada lebih dekat dengan bintang, sedangkan yang berukuran lebih besar berderet di jarak yang lebih jauh," ujarnya menambahkan.

NASA mengakui, Google memiliki andil besar dalam memungkinkan penemuan tersebut melalui teknik deep learning, sebuah metode riset berdasarkan pembelajaran data menggunakan mesin, yang mereka kembangkan.

Kolaborasi ini pertama kali dicetuskan oleh Christopher Shallue, teknisi dari Google AI. Ia penasaran apakah deep learning dapat digunakan untuk menemukan planet-planet baru.

Christopher kemudian bekerja sama dengan Andrew untuk mencaritahu hal tersebut dengan membuat jaringan yang mampu mencari exoplanet berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Kepler.

Sejak diluncurkan pada Maret 2009, Kepler memang telah mengumpulkan data dalam jumlah yang sangat besar. Penemuan ini pun diklaim hanya sebagai langkah awal dalam implementasi data yang mereka miliki.

"Seperti yang kami perkirakan, terdapat penemuan yang menarik berdasarkan data yang telah Kepler raih, hanya tinggal menunggu teknologi yang paling tepat. Penemuan ini berarti bahwa data kami merupakan aset yang berharga untuk inovasi-inovasi di masa yang akan datang," tutur Paul Hertz, Direktur Divisi Astrofisikawan NASA.

Meskipun begitu, salah satu planet yang ditemukan di dalam sistem tersebut, Kepler-90i, dideskripsikan oleh NASA sebagai dunia yang sangat sulit untuk berlangsungnya kehidupan. Sebab, planet tersebut sangat panas, berbatu, dan memiliki masa orbit terhadap bintangnya hanya 14,4 hari. (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed